Indramayu, kabarnusa24.com
Bupati Indramayu Lucky Hakim menggagas program “sampah terpilah” sebagai upaya mengatasi persoalan sampah di Kabupaten Indramayu. Melalui program tersebut, para siswa SD dan SMP akan diajak rutin membawa sampah plastik dari rumah ke sekolah untuk dikumpulkan dan dijual.
Program itu disebut telah diuji coba di salah satu SD di Kecamatan Krangkeng dan menunjukkan hasil positif. Dalam waktu sebulan, sampah plastik yang berhasil dikumpulkan mencapai ratusan kilogram dan menghasilkan nilai ekonomi bagi para siswa.
“Kalau misalnya satu sekolah bisa mengumpulkan 3 sampai 5 kuintal dalam satu bulan, dikali jumlah sekolah se-Indramayu, saya optimistis sampah-sampah di Indramayu bisa terpilah dengan baik,” kata Lucky.
Menurutnya, konsep pemilahan sampah sebenarnya bukan hal baru di Indramayu. Fasilitas tempat sampah organik dan non-organik juga sudah tersedia di sejumlah ruang publik. Namun, dalam praktiknya, sampah masih sering tercampur sehingga sulit dipilah dan tidak memiliki nilai ekonomi.
“Sampah itu tidak ada nilainya kalau tercampur. Tapi kalau terpilah, sampah bisa menjadi bernilai. Karena itu kita mulai dari SD dan SMP agar para siswa membawa sampah plastik dan ditukar menjadi uang,” ujarnya.
Lucky menargetkan program tersebut mulai diterapkan di seluruh sekolah di Kabupaten Indramayu pada Juni 2026.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Indramayu juga tengah menyiapkan konsep lomba antar sekolah dengan hadiah bagi sekolah yang paling banyak mengumpulkan sampah plastik.







