MEDAN —Kabarnusa24.com)Gubernur Bobby Nasution dibuat geram setelah menemukan sejumlah pengajuan proyek dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dinilai sarat kejanggalan dan diduga kuat mengandung praktik mark-up anggaran.
Pada Kamis, 28 Mei 2026, Bobby secara tegas menolak proyek-proyek tersebut setelah mendapati dokumen pengajuan tiba-tiba sudah berada di meja kerjanya tanpa melalui proses perencanaan, evaluasi, hingga pemaparan terbuka sebagaimana mekanisme resmi pemerintahan.
Situasi itu memunculkan dugaan adanya “proyek siluman” yang sengaja dimainkan melalui jalur belakang untuk mengejar persetujuan cepat tanpa pengawasan ketat.
“Saya tidak akan tanda tangan proyek yang tidak jelas. Kalau prosesnya saja sudah mencurigakan, bagaimana rakyat bisa percaya uang mereka dipakai dengan benar?” tegas Bobby.
Ia menilai praktik semacam itu tidak hanya mencederai tata kelola pemerintahan, tetapi juga memperlihatkan adanya pola lama yang mencoba tetap hidup di tubuh birokrasi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Yang lebih mengejutkan, Bobby juga mengungkap adanya pihak-pihak tertentu yang baru muncul setelah dirinya terpilih sebagai gubernur, lalu langsung membawa proposal proyek bernilai besar untuk dimintakan persetujuan. Proposal-proposal tersebut disebut datang tanpa kajian matang, tanpa pembahasan jelas, bahkan terkesan dipaksakan.
Fenomena ini memunculkan dugaan kuat adanya kelompok yang selama ini terbiasa bermain proyek dan mencoba mencari keuntungan melalui celah birokrasi serta penggelembungan anggaran.
Langkah keras Bobby Nasution dinilai sebagai tamparan telak bagi oknum-oknum di OPD yang masih mencoba memainkan proyek dengan pola lama. Sikap tersebut sekaligus menjadi peringatan bahwa era “titip proyek”, permainan anggaran, dan proposal misterius tidak akan lagi mudah lolos di lingkungan Pemprov Sumut.
Publik kini menunggu keberanian Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk membuka secara terang proyek-proyek mana saja yang ditolak, termasuk OPD yang diduga mengusulkan anggaran tidak wajar. Transparansi dinilai penting agar dugaan praktik permainan proyek tidak berhenti hanya sebagai isu internal semata.
Ketegasan Bobby Nasution ini menjadi sinyal bahwa pengawasan terhadap penggunaan APBD Sumut mulai diperketat. Jika tidak, kebocoran anggaran dan praktik proyek bermasalah dikhawatirkan akan terus menjadi penyakit lama yang menggerogoti keuangan daerah, tutupnya.
(Hasanuddingulo)







