TAPTENG –Kabarnusa24.com)Kondisi UPTD SD Negeri 154499 Sarudik 2, Kabupaten Tapanuli Tengah, menjadi sorotan masyarakat. Sekolah yang dipimpin oleh Kepala Sekolah Siswati Sipahutar tersebut dinilai tidak menunjukkan kondisi yang sejalan dengan besarnya Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterima sepanjang Tahun Anggaran 2025.
Rabu (3/6/2026), berdasarkan data yang dihimpun awak media, UPTD SD Negeri 154499 Sarudik 2 menerima Dana BOS tahap pertama sebesar Rp56.250.000 yang dicairkan pada 23 Januari 2025 dan tahap kedua sebesar Rp56.250.000 yang dicairkan pada 27 Agustus 2025. Dengan demikian, total dana yang diterima sekolah tersebut selama tahun 2025 mencapai Rp112.500.000.
Dari rincian penggunaan dana yang tercatat, sekolah menganggarkan pemeliharaan sarana dan prasarana sebesar Rp25.613.300 pada tahap pertama serta Rp6.528.000 pada tahap kedua. Total anggaran pemeliharaan sekolah mencapai Rp32.141.300. Selain itu, terdapat pula anggaran pembayaran honor sebesar Rp31.650.000, administrasi kegiatan sekolah Rp20.255.000, pengembangan perpustakaan Rp11.250.000, asesmen pembelajaran Rp6.237.700, serta sejumlah kegiatan lainnya.
Namun, fakta yang ditemukan awak media di lapangan justru menimbulkan tanda tanya besar. Saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi sekolah, kondisi bangunan terlihat kurang terawat dan memprihatinkan. Beberapa bagian sekolah tampak membutuhkan perhatian serius dan perbaikan agar dapat menunjang proses belajar mengajar secara layak.
Kondisi tersebut sejalan dengan keluhan sejumlah warga sekitar yang meminta identitasnya dirahasiakan. Mereka mengaku heran melihat kondisi sekolah yang dinilai tidak mengalami perubahan signifikan meskipun setiap tahun menerima Dana BOS dari pemerintah.
“Kami melihat kondisi sekolah ini sudah cukup lama seperti ini. Padahal kepala sekolah bukan orang baru di sini. Kalau memang ada anggaran pemeliharaan sekolah setiap tahun, seharusnya kondisi sekolah tidak sampai memprihatinkan seperti sekarang,” ujar seorang warga kepada awak media.
Warga menilai sekolah merupakan tempat pendidikan generasi penerus bangsa yang seharusnya mendapatkan perhatian serius dari seluruh pihak, terutama pengelola sekolah. Mereka berharap anggaran yang diberikan pemerintah benar-benar digunakan secara maksimal demi kepentingan peserta didik.
Menurut warga, kondisi sekolah yang terlihat kurang terawat sangat kontras dengan berbagai laporan penggunaan Dana BOS yang tercatat dalam sistem. Hal tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai sejauh mana pelaksanaan program pemeliharaan dan perawatan sekolah yang telah dianggarkan.
Untuk menjaga prinsip keberimbangan dalam pemberitaan, awak media telah berupaya menghubungi Kepala Sekolah Siswati Sipahutar guna meminta klarifikasi terkait penggunaan Dana BOS Tahun Anggaran 2025 serta kondisi fisik sekolah saat ini. Surat konfirmasi juga telah dikirimkan secara langsung melalui nomor WhatsApp yang diduga digunakan oleh kepala sekolah.
Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan jawaban maupun tanggapan atas sejumlah pertanyaan yang diajukan awak media. Tidak adanya respons tersebut membuat berbagai pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat belum memperoleh penjelasan resmi dari pihak sekolah.
Sikap tidak memberikan klarifikasi kepada media dinilai kurang mencerminkan prinsip keterbukaan informasi publik, terutama terkait pengelolaan anggaran negara yang bersumber dari uang rakyat. Padahal transparansi menjadi salah satu aspek penting dalam mewujudkan tata kelola pendidikan yang baik dan akuntabel.
Masyarakat kini mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah agar turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi sekolah secara nyata, bukan hanya berdasarkan laporan administrasi yang disampaikan. Pemeriksaan fisik bangunan serta evaluasi penggunaan Dana BOS dinilai penting dilakukan guna memastikan seluruh anggaran benar-benar digunakan sesuai peruntukannya.
Desakan yang sama juga ditujukan kepada Bupati Tapanuli Tengah agar memberikan perhatian serius terhadap kondisi sekolah tersebut. Warga berharap pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap berbagai persoalan pendidikan yang terjadi di lapangan.
“Bagaimana kualitas pendidikan mau meningkat kalau kondisi sekolah masih seperti ini. Kami berharap Bupati Tapanuli Tengah dan Dinas Pendidikan segera turun melihat langsung keadaan sekolah ini. Jangan sampai anggaran terus mengalir tetapi kondisi sekolah tetap memprihatinkan,” ungkap warga lainnya.
Hingga saat ini masyarakat masih menunggu penjelasan resmi dari pihak sekolah terkait penggunaan Dana BOS Tahun Anggaran 2025. Mereka berharap instansi terkait melakukan evaluasi dan pengawasan secara menyeluruh demi memastikan setiap rupiah anggaran pendidikan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi peserta didik dan kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Tapanuli Tengah.
(Hasanuddin)







