DaerahKetahanan Pangan

13 Ribu Hektare Sawah di Kandanghaur Terancam Kekeringan, DKPP Indramayu Percepat Normalisasi Irigasi

3
×

13 Ribu Hektare Sawah di Kandanghaur Terancam Kekeringan, DKPP Indramayu Percepat Normalisasi Irigasi

Sebarkan artikel ini
13 Ribu Hektare Sawah di Kandanghaur Terancam Kekeringan, DKPP Indramayu Percepat Normalisasi Irigasi

 

Indramayu, kabarnusa24.com

Ancaman kekeringan mulai membayangi kawasan pertanian di wilayah barat Kabupaten Indramayu. Sekitar 13.000 hektare lahan persawahan di Kecamatan Kandanghaur berpotensi mengalami krisis air akibat menurunnya debit saluran irigasi selama musim kemarau.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP). Berbagai langkah darurat kini dilakukan untuk memastikan pasokan air tetap menjangkau areal pertanian sehingga musim tanam gadu tetap dapat berjalan sesuai rencana.

Kepala DKPP Kabupaten Indramayu, Sugeng Heryanto, mengatakan salah satu langkah yang diprioritaskan saat ini adalah normalisasi saluran irigasi melalui pengerukan sedimentasi lumpur. Upaya tersebut dilakukan agar aliran air dari bendung utama dapat mengalir hingga ke wilayah hilir yang selama ini mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.

Menurut Sugeng, optimalisasi jaringan irigasi menjadi solusi paling efektif di tengah terbatasnya ketersediaan air pada musim kemarau.

“Wilayah yang terdampak berada di Kecamatan Kandanghaur, mulai dari Desa Bugis hingga Desa Wirakanan, termasuk areal persawahan di Desa Soge dan Desa Parean. Total panjang saluran yang sedang ditangani mencapai sekitar 20 kilometer,” ujar Sugeng, Selasa (7/7/2026).

Ia menjelaskan, normalisasi saluran bertujuan memperlancar distribusi air menuju lahan pertanian yang berada di ujung jaringan irigasi. Selama musim kemarau, endapan lumpur yang menumpuk menyebabkan aliran air terhambat sehingga meningkatkan risiko kekeringan di areal persawahan.

Meski Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) telah melakukan penanganan, DKPP menilai pekerjaan normalisasi masih perlu dipercepat agar mampu mengimbangi penurunan debit air yang terus terjadi selama musim kemarau.

Untuk itu, koordinasi dengan berbagai pihak terus diperkuat agar distribusi air ke kawasan pertanian dapat kembali optimal, sehingga sekitar 13.000 hektare sawah di Kecamatan Kandanghaur tetap memperoleh pasokan air yang cukup dan produktivitas pertanian dapat terjaga.

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin