DaerahKetahanan Pangan

Enam Camat dan KTNA Desak Penambahan Debit Air Salam Darma, 10 Ribu Hektare Sawah Terancam Gagal Tanam

3
×

Enam Camat dan KTNA Desak Penambahan Debit Air Salam Darma, 10 Ribu Hektare Sawah Terancam Gagal Tanam

Sebarkan artikel ini
Enam Camat dan KTNA Desak Penambahan Debit Air Salam Darma, 10 Ribu Hektare Sawah Terancam Gagal Tanam

 

Indramayu, kabarnusa24.com

Enam camat di wilayah barat Kabupaten Indramayu, yakni Camat Sukra, Patrol, Kandanghaur, Anjatan, Gabuswetan, dan Bongas, bersama Kerukunan Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu mendatangi Bendungan Salam Darma yang berada di perbatasan Kabupaten Indramayu dan Subang, Rabu (22/7/2026).

Kedatangan mereka bertujuan meminta penambahan debit air yang dialirkan ke wilayah Kabupaten Indramayu guna menyelamatkan lahan pertanian yang saat ini terdampak kekeringan.

Saat ini, debit air yang masuk ke wilayah Indramayu melalui pintu Bendungan Salam Darma hanya mencapai 14 meter kubik per detik. Jumlah tersebut dinilai masih jauh dari kebutuhan untuk mengairi areal persawahan di wilayah barat Indramayu.

Berdasarkan perhitungan KTNA, apabila tidak segera dilakukan penambahan debit air, sekitar 10.000 hektare lahan sawah di Kecamatan Sukra, Patrol, Kandanghaur, Anjatan, Gabuswetan, dan Bongas terancam tidak dapat ditanami, bahkan berpotensi mengalami gagal panen.

KTNA berharap instansi terkait segera mengambil langkah cepat dengan menambah pasokan air dari Bendungan Salam Darma agar musim tanam dapat tetap berlangsung dan kerugian petani dapat diminimalkan.

Situasi kekeringan yang melanda wilayah barat Indramayu saat ini menjadi perhatian serius karena daerah tersebut merupakan salah satu sentra produksi padi di Kabupaten Indramayu. Penambahan debit air dinilai menjadi langkah mendesak untuk menjaga produktivitas pertanian serta ketahanan pangan di daerah tersebut.

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin