Indramayu, kabarnusa24.com
Musim kemarau mulai menimbulkan dampak serius di Kabupaten Indramayu. Sebanyak sekitar 1.500 warga Desa Tanjakan, Kecamatan Krangkeng, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih setelah sumur bor yang selama ini menjadi sumber utama air mengering dan air yang tersisa berubah menjadi asin.
Selama ini masyarakat mengandalkan sumur bor karena wilayah tersebut belum terjangkau layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Namun, kondisi air tanah di desa tersebut sangat bergantung pada musim. Saat kemarau tiba, debit air menurun drastis dan kualitasnya berubah menjadi asin sehingga tidak layak digunakan untuk mandi, mencuci, maupun memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Menindaklanjuti laporan dari pemerintah desa, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu segera menyalurkan bantuan air bersih dengan mengerahkan tiga mobil tangki, masing-masing berkapasitas 5.000 liter.
Penyaluran bantuan disambut antusias warga. Mereka berbondong-bondong membawa jeriken, ember, hingga galon untuk mendapatkan pasokan air bersih yang sangat dibutuhkan.
Meski bantuan telah disalurkan, Pemerintah Desa Tanjakan berharap distribusi air bersih dapat dilakukan secara berkelanjutan mengingat musim kemarau diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.







