Daerah

Satu Dekade Menanti, SMAN 1 Lumajang Bangkit Lewat Prestasi Basket dan Kelas Prestasi

46
×

Satu Dekade Menanti, SMAN 1 Lumajang Bangkit Lewat Prestasi Basket dan Kelas Prestasi

Sebarkan artikel ini
Satu Dekade Menanti, SMAN 1 Lumajang Bangkit Lewat Prestasi Basket dan Kelas Prestasi
oplus_2

Satu Dekade Menanti, SMAN 1 Lumajang Bangkit Lewat Prestasi Basket dan Kelas Prestasi

LUMAJANG, Kabarnusa.24.com.Selasa,28/7/2026 — Penantian panjang itu akhirnya berbuah manis. Setelah lebih dari sepuluh tahun tidak menorehkan prestasi terbaik di cabang olahraga basket, SMA Negeri 1 Lumajang kembali menunjukkan kebangkitannya. Tim basket putra sekolah itu meraih gelar juara pertama, sedangkan tim putri finis sebagai juara kedua dalam Imajaya Basket Competition 2026 yang berlangsung di GOR Lumajang.

Bagi Kepala SMAN 1 Lumajang Moh. Agus Wibisono,M.Pd,, capaian tersebut bukan sekadar kemenangan dalam sebuah turnamen. Prestasi itu menjadi penanda bahwa upaya pembenahan yang dilakukan sekolah mulai membuahkan hasil.

“Sudah lebih dari sepuluh tahun kami menunggu prestasi seperti ini. Karena itu kami melakukan pembinaan secara serius, meningkatkan intensitas latihan, dan menghadirkan pelatih yang memiliki strategi serta teknik yang baik. Alhamdulillah, hasilnya mulai terlihat,” kata Agus.

Menurut dia, keberhasilan tim basket menjadi kebanggaan seluruh warga sekolah sekaligus menjadi energi baru untuk membangun budaya berprestasi di lingkungan SMAN 1 Lumajang.

Ia menilai, sekolah tidak boleh berhenti pada keberhasilan di bidang olahraga. Kebangkitan yang sedang dibangun harus menyentuh seluruh aspek pendidikan, mulai dari akademik, olahraga, seni, hingga pengembangan karakter peserta didik.

“Ini adalah awal kebangkitan SMA Negeri 1 Lumajang. Kami ingin mengejar ketertinggalan, baik prestasi akademik maupun nonakademik. Hasil yang mulai diraih saat ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus bergerak maju,” ujarnya.

Semangat itu kemudian diterjemahkan ke dalam target yang lebih besar. Pada bidang akademik, sekolah berupaya meningkatkan jumlah siswa yang mampu menembus Olimpiade Sains tingkat provinsi.

Tahun ini, lima siswa berhasil lolos ke tingkat provinsi. Tahun depan, sekolah menargetkan sedikitnya 10 hingga 15 siswa mampu mencapai tahap yang sama.

“Kami ingin SMA Negeri 1 Lumajang kembali menjadi sekolah yang dibanggakan masyarakat. Harapannya, sekolah ini menjadi pilihan utama bagi lulusan SMP yang ingin melanjutkan pendidikan,” tutur Agus.

Untuk mencapai target tersebut, sekolah tidak hanya memperkuat pembinaan, tetapi juga mulai mempersiapkan sistem pencarian bibit unggul sejak proses penerimaan peserta didik baru.

Menurut Agus, peserta didik yang memiliki potensi di bidang akademik, olahraga, seni, maupun bidang lainnya akan mendapatkan ruang untuk berkembang melalui pembinaan yang lebih terarah.

“Prestasi lahir dari proses yang panjang. Strategi yang baik harus dibarengi pembinaan yang berkelanjutan serta kualitas peserta didik yang terus dikembangkan,” katanya.

Sebagai bagian dari transformasi itu, SMAN 1 Lumajang meluncurkan program Kelas Prestasi. Program ini bukan kelas khusus yang terpisah dari sistem reguler, melainkan kelas reguler yang memperoleh pembinaan lebih intensif sesuai minat dan potensi siswa.

Ada tiga fokus utama yang dikembangkan, yakni pembinaan Olimpiade Sains, coding dan robotika, serta karya tulis ilmiah.

Siswa yang tergabung dalam kelas tersebut akan mendapatkan pendampingan dari guru dan pembina yang dipilih berdasarkan kompetensi di bidang masing-masing.

“Kami memilih pembina yang memang memiliki kemampuan terbaik agar potensi anak-anak bisa berkembang secara maksimal,” ujar Agus.

Pada tahap awal, program Kelas Prestasi diterapkan untuk siswa kelas X dan XI.

Di jenjang kelas XI, pembinaan dilakukan melalui dua kelompok, yakni Scientech dan SOSU. Adapun siswa kelas X masih memperoleh pembinaan umum sebelum diarahkan sesuai bakat dan kompetensi yang dimiliki.

Sementara itu, bagi siswa kelas XII, sekolah memusatkan perhatian pada persiapan menghadapi Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).

Selain pembelajaran yang dilakukan guru di sekolah, SMAN 1 Lumajang menjalin kerja sama dengan sejumlah lembaga bimbingan belajar di Lumajang untuk menyelenggarakan try out dengan standar yang lebih kompetitif.

Langkah itu diharapkan dapat memperkuat kesiapan siswa menghadapi persaingan masuk perguruan tinggi negeri.

Agus mengatakan, Kelas Prestasi akan menjadi pusat pembinaan talenta di sekolah. Dari kelas tersebut, sekolah akan menyiapkan peserta didik untuk mewakili SMAN 1 Lumajang dalam berbagai kompetisi sesuai bidangnya, mulai dari Olimpiade Sains, Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI), hingga kompetisi coding, informatika, dan robotika.

“Kami ingin setiap anak berkembang sesuai potensinya. Ketika ada kompetisi, sekolah sudah memiliki siswa-siswa yang siap bersaing karena telah dibina sejak awal,” katanya.

Transformasi yang sedang dibangun SMAN 1 Lumajang menunjukkan bahwa prestasi tidak lahir secara kebetulan. Ia tumbuh dari proses pembinaan yang konsisten, kepemimpinan yang memiliki arah, serta keberanian sekolah menghadirkan inovasi dalam pengembangan sumber daya peserta didik.

Keberhasilan di lapangan basket menjadi awal dari perjalanan yang lebih panjang. Di balik piala yang diraih, sekolah kini tengah membangun fondasi untuk melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam kompetisi, tetapi juga siap bersaing di dunia akademik dan berbagai bidang keahlian lainnya.(D.S)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin