Indramayu, kabarnusa24.com
Warga di sejumlah wilayah Kabupaten Indramayu mengeluhkan kelangkaan gas LPG subsidi 3 kilogram dalam sepekan terakhir. Selain sulit diperoleh, harga jual di tingkat pengecer juga dilaporkan mengalami kenaikan hingga mencapai Rp30 ribu per tabung.
Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu melalui Dinas Koperasi, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskopdagin) akan menelusuri penyebab kelangkaan LPG bersubsidi tersebut.
Salah satu dugaan yang akan didalami adalah meningkatnya penggunaan LPG 3 kilogram oleh petani untuk mengoperasikan mesin pompa air di tengah musim kemarau, sehingga berpotensi memengaruhi ketersediaan gas di pasaran.
Untuk memastikan penyebabnya, pada Senin mendatang Pemkab Indramayu bersama Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) akan melakukan monitoring distribusi LPG 3 kilogram, mulai dari tingkat agen hingga pangkalan.
Hasil pemantauan tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan langkah penanganan agar distribusi LPG subsidi kembali berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Di sisi lain, Hiswana Migas menyatakan pasokan LPG 3 kilogram ke wilayah Kabupaten Indramayu hingga saat ini masih terpantau normal dan belum terdapat pengurangan alokasi dari Pertamina.







