Daerah

Seminar Nasional STKIP Muhammadiyah Lumajang Dorong Inovasi Berbasis Potensi Lokal, Anggota DPR RI Soroti Akses Pendidikan Tinggi

13
×

Seminar Nasional STKIP Muhammadiyah Lumajang Dorong Inovasi Berbasis Potensi Lokal, Anggota DPR RI Soroti Akses Pendidikan Tinggi

Sebarkan artikel ini
Seminar Nasional STKIP Muhammadiyah Lumajang Dorong Inovasi Berbasis Potensi Lokal, Anggota DPR RI Soroti Akses Pendidikan Tinggi

Seminar Nasional STKIP Muhammadiyah Lumajang Dorong Inovasi Berbasis Potensi Lokal, Anggota DPR RI Soroti Akses Pendidikan Tinggi

 

Lumajang,– Upaya memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus mendorong inovasi berbasis potensi daerah menjadi fokus dalam Seminar Nasional yang digelar STKIP Muhammadiyah Lumajang, Selasa (4/8), di Hall Muhammadiyah Lumajang. Kegiatan yang dihadiri sekitar 100 mahasiswa ini menghadirkan Anggota Komisi X DPR RI, **H. M. Nur Purnamasidi, sebagai keynote speaker.

 

Mengusung tema” Dari Kampus untuk Daerah: Mengakselerasi Inovasi Literasi Berbasis Potensi Lokal untuk Pemajuan Pendidikan”. seminar tersebut menjadi ruang diskusi mengenai pemerataan akses pendidikan, penguatan literasi, hingga peran perguruan tinggi dalam membangun daerah.

 

Dalam paparannya, H. M. Nur Purnamasidi menyoroti persoalan pendataan kesejahteraan masyarakat yang menjadi dasar penentuan penerima berbagai program bantuan pendidikan, termasuk Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah

 

Menurutnya, masih terdapat sejumlah persoalan dalam sistem pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat atau desil yang perlu dievaluasi. Ia menilai banyak persepsi di masyarakat yang menganggap penentuan kategori kesejahteraan dilakukan secara sederhana, padahal pemerintah bersama Badan Pusat Statistik (BPS) tengah berupaya menyempurnakan sistem pendataan agar lebih akurat.

 

“Kami bersama kementerian terkait terus mencari solusi agar penyaluran bantuan pendidikan benar-benar tepat sasaran. Pendataan harus lebih rinci sehingga mampu menggambarkan kondisi ekonomi keluarga secara nyata,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan, salah satu pembahasan antara Komisi X DPR RI dan pemerintah adalah penyempurnaan syarat penerima KIP Kuliah. Salah satunya, lulusan SMA yang sebelumnya telah menerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) diprioritaskan memperoleh KIP Kuliah apabila memenuhi ketentuan yang berlaku.

 

Selain itu, aspek pendapatan orang tua juga menjadi perhatian. Menurutnya, batas penghasilan keluarga masih terus dibahas, termasuk penggunaan acuan Upah Minimum Provinsi (UMP) sebagai salah satu indikator.

 

“Pemerintah juga meminta BPS melakukan pembaruan data sosial ekonomi masyarakat agar benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan, termasuk memperhitungkan jumlah anggota keluarga yang menjadi tanggungan,” jelasnya.

 

Nur Purnamasidi mengungkapkan, peningkatan angka partisipasi pendidikan tinggi menjadi tantangan besar Indonesia menuju bonus demografi dan Indonesia Emas 2045. Saat ini, kata dia, jumlah lulusan SMA yang melanjutkan ke perguruan tinggi masih tergolong rendah.

 

“Kalau akses pendidikan tinggi tidak terus kita tingkatkan, akan sulit menciptakan sumber daya manusia yang mampu bersaing pada masa depan,” katanya.

 

Di luar persoalan akses pendidikan, ia juga mengajak kalangan akademisi dan mahasiswa untuk mulai mengembangkan inovasi yang berpijak pada kekuatan daerah masing-masing.

 

Menurutnya, selama ini banyak penelitian maupun inovasi yang lebih banyak mengadopsi konsep dari luar negeri, sementara potensi lokal justru kurang mendapat perhatian.

 

“Perguruan tinggi harus menjadi motor penggerak lahirnya inovasi berbasis potensi lokal. Mahasiswa jangan hanya bercita-cita bekerja di kota besar atau di luar daerah, tetapi juga mampu membangun daerahnya sendiri melalui ilmu pengetahuan yang dimiliki,” ujarnya.

 

Ia mencontohkan Kabupaten Lumajang memiliki berbagai potensi, mulai dari sektor pertanian, pariwisata hingga sumber daya alam yang dapat dikembangkan melalui riset dan inovasi mahasiswa.

 

Sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas peserta, Nur Purnamasidi juga mengadakan kompetisi penulisan artikel hasil seminar. Ia menyiapkan hadiah Rp1 juta bagi tiga penulis artikel terbaik.

 

“Saya berharap mahasiswa mampu menuangkan gagasan dan hasil diskusi hari ini dalam bentuk tulisan yang berkualitas. Tulisan terbaik akan kami berikan penghargaan sebagai bentuk motivasi agar budaya literasi terus berkembang,” katanya.

 

Seminar nasional tersebut merupakan hasil kolaborasi antara STKIP Muhammadiyah Lumajang.Komisi X DPR RI dan sejumlah mitra pendidikan. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mengembangkan inovasi yang berakar pada potensi lokal untuk kemajuan daerah maupun Indonesia.(D.S)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin