Daerah

PKB Lumajang Tak Mau Sekadar Jadi Partai Seremonial, Otman: Dari Diskusi Harus Menjadi Solusi

9
×

PKB Lumajang Tak Mau Sekadar Jadi Partai Seremonial, Otman: Dari Diskusi Harus Menjadi Solusi

Sebarkan artikel ini
PKB Lumajang Tak Mau Sekadar Jadi Partai Seremonial, Otman: Dari Diskusi Harus Menjadi Solusi
oplus_2

PKB Lumajang Tak Mau Sekadar Jadi Partai Seremonial, Otman: Dari Diskusi Harus Menjadi Solusi

 

Lumajang ,kabarnusa24.com.Kamis,13/8/2026— Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lumajang,Jawa Timur mulai mengencangkan barisan menghadapi pertarungan politik menuju Pemilu 2029. Konsolidasi tidak lagi diarahkan sebatas agenda seremonial, melainkan dituntut menghasilkan kerja nyata yang langsung dirasakan masyarakat.

 

Wakil Ketua DPW PKB Jawa Timur, Otman Ralbi, menegaskan bahwa konsolidasi kader harus menjadi momentum untuk menaikkan kelas organisasi. Menurutnya, PKB tidak boleh berhenti pada forum diskusi, pidato, maupun kegiatan internal partai.

 

“Ini adalah konsolidasi. PKB harus nyata, PKB harus naik kelas. Dari seremonial menjadi kegiatan peradaban, dari diskusi menjadi solusi, dan dari kata-kata menjadi kerja nyata,” tegas Otman dalam kegiatan konsolidasi kader PKB.

 

Ia mengatakan, konsolidasi juga menjadi momentum untuk merapikan barisan dan memastikan tidak ada kader yang tertinggal. Seluruh kekuatan partai harus bergerak dalam satu irama untuk menjadikan PKB sebagai rumah besar perjuangan masyarakat, bangsa dan negara.

 

Otman juga mengingatkan kader PKB bahwa pertarungan politik ke depan tidak hanya berlangsung di lapangan, tetapi juga di ruang digital.

 

Menurut dia, ruang informasi kini telah menjadi arena pertarungan gagasan. Karena itu, setiap kader dituntut mampu menyampaikan informasi yang benar sekaligus menjelaskan kerja-kerja nyata PKB kepada masyarakat.

 

“Kerja digital bukan sekadar membuat konten. Yang lebih penting adalah membangun opini, menyampaikan informasi yang baik, dan menjelaskan kerja nyata PKB kepada masyarakat,” ujarnya.

 

Menuju 2029, PKB Diminta Tidak Datang Lima Tahun Sekali**

 

Otman menegaskan, persiapan menuju Pemilu 2029 harus dimulai sejak sekarang. Ia mengingatkan kader bahwa tidak ada kemenangan politik yang lahir secara instan.

 

Kader, kata dia, harus hadir di tengah masyarakat, mendengar aspirasi, membantu menyelesaikan persoalan dan menjaga komunikasi secara terus-menerus.

 

“Jangan sampai rakyat merasa partai datang hanya lima tahun sekali. Kader harus hadir setiap hari. Setiap hari adalah kesempatan untuk menanamkan kepercayaan,” katanya.

 

Pesan tersebut sekaligus menjadi kritik terhadap pola politik yang hanya mengandalkan momentum pemilu. Bagi Otman, kekuatan partai justru dibangun dari hubungan yang terus terjaga antara kader dan masyarakat.

 

Ia menekankan, kader yang konsisten hadir di tengah masyarakat pada akhirnya akan dipandang bukan sekadar sebagai politisi, melainkan bagian dari keluarga masyarakat itu sendiri.

 

Kaderisasi Jadi Jantung Organisasi

 

Selain memperkuat komunikasi publik dan kerja politik, Otman menempatkan kaderisasi sebagai salah satu fondasi utama PKB.

 

“Kaderisasi adalah jantung organisasi. Setiap kader harus menjadi ujung tombak organisasi,” tegasnya.

 

Menurut dia, sistem organisasi yang kuat tidak bisa dibangun hanya dengan mengandalkan figur. Organisasi harus memiliki kader yang mampu bekerja, memahami persoalan masyarakat dan menerjemahkan perjuangan partai dalam bentuk tindakan konkret.

 

Dalam kesempatan tersebut, Otman juga mengangkat pesan tentang pentingnya solidaritas dan kepedulian sosial. Ia menggambarkan PKB sebagai rumah besar yang harus mampu menjadi tempat masyarakat menyampaikan kebutuhan dan mencari jalan keluar atas persoalan yang mereka hadapi.

 

Pesan itu ia kaitkan dengan kisah tentang seseorang yang datang membawa persoalan kebutuhan hidup, kemudian mendapatkan pertolongan melalui mekanisme kepedulian dan kebersamaan.

 

Bagi Otman, pesan utama dari kisah tersebut bukan sekadar soal memberi bantuan, melainkan bagaimana sebuah organisasi membangun harapan dan menghadirkan solusi bagi masyarakat.

 

“PKB harus menjadi rumah besar. Ketika masyarakat membutuhkan sesuatu, mereka harus tahu ke mana harus datang dan siapa yang bisa membantu mencarikan solusi,” ujarnya.

 

Bukan Sekadar Menang Pemilu

 

Otman menegaskan bahwa orientasi perjuangan PKB tidak boleh dipersempit hanya pada target elektoral. Kemenangan politik, menurutnya, harus dibangun melalui kehadiran dan kebermanfaatan partai di tengah masyarakat.

 

Karena itu, ia meminta seluruh kader memperkuat konsolidasi, merapikan barisan, membangun komunikasi dan bekerja secara berkelanjutan.

 

“Tidak ada kemenangan yang lahir secara instan. Kemenangan dibangun dari kerja yang terus-menerus, dari masyarakat, bersama masyarakat,” katanya.

 

Dengan agenda konsolidasi tersebut, PKB Jawa Timur mulai meletakkan fondasi politik menuju 2029. Tantangannya bukan sekadar memenangkan pertarungan di bilik suara, tetapi memastikan partai memiliki kader yang benar-benar hadir, bekerja dan dipercaya masyarakat jauh sebelum hari pemungutan suara.

 

Bagi PKB, **politik tidak boleh berhenti sebagai kata-kata. Politik harus terlihat dalam kerja, dirasakan dalam pelayanan, dan dibuktikan melalui keberpihakan kepada masyarakat.**(D.S)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin