Daerah

Dialog Kebangsaan di Lumajang Dorong Sinergi Mahasiswa dan Pemerintah

8
×

Dialog Kebangsaan di Lumajang Dorong Sinergi Mahasiswa dan Pemerintah

Sebarkan artikel ini
Dialog Kebangsaan di Lumajang Dorong Sinergi Mahasiswa dan Pemerintah

Dialog Kebangsaan di Lumajang Dorong Sinergi Mahasiswa dan Pemerintah

 

LUMAJANG, kabarnusa 24.com.Jumat,14/8/2026— Sinergi antara mahasiswa, pemuda, dan pemerintah daerah dinilai perlu diperkuat agar berbagai kebijakan serta program pembangunan di Kabupaten Lumajang benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat. Gagasan itu mengemuka dalam kegiatan Dialog Kebangsaan yang mempertemukan mahasiswa dan pemuda dengan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lumajang.Kamis,13/8/2026

 

Koordinator atau ketua Aliansi BEM se-Kabupaten Lumajang (Mahasiswa Bersama Rakyat) M. Lutfi Zainur Rizal, yang juga menjabat sebagai Ketua BEM Kabupaten Lumajang, mengatakan forum tersebut menjadi ruang penting untuk mempertemukan kalangan mahasiswa dan pemuda dengan para pemangku kebijakan. Menurutnya, dialog semacam ini masih relatif jarang digelar di Lumajang.

 

“Di Lumajang memang jarang kita berdialog bersama mahasiswa dan pemuda dengan ketua-ketua ataupun Forkopimda yang ada di Kabupaten Lumajang,” ujar Lutfi.

 

Menurut dia, Dialog Kebangsaan tidak boleh berhenti sebatas forum diskusi. Pertemuan tersebut harus menjadi pintu masuk bagi terbangunnya kolaborasi konkret antara mahasiswa, pemuda, dan pemerintah daerah.

 

Lutfi menilai komunikasi yang lebih intensif diperlukan untuk menyatukan gagasan sekaligus mendorong lahirnya berbagai kegiatan dan program yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.

 

“Diadakannya acara ini tentu untuk bersilaturahmi ataupun berkolaborasi dalam berbagai kegiatan atau program yang berdampak kepada masyarakat,” katanya.

 

Ia menegaskan, mahasiswa dan pemuda memiliki posisi strategis dalam mengawal jalannya pembangunan daerah. Karena itu, sinergi dengan pemerintah, khususnya Forkopimda, harus dibangun secara berkelanjutan.

 

Bagi Lutfi, penguatan sinergi tersebut bukan berarti mahasiswa kehilangan sikap kritis. Sebaliknya, mahasiswa tetap memiliki tanggung jawab untuk mengawal berbagai kebijakan agar pembangunan di Lumajang berjalan sesuai kepentingan masyarakat.

 

“Kita harus mempererat dan juga mengawal penuh agar apa pun yang ada di Kabupaten Lumajang ini juga berdampak kepada masyarakat,” ujarnya.

 

Selain menjadi ruang kontrol sosial, keterlibatan mahasiswa dan pemuda diharapkan mampu mengarahkan energi generasi muda pada kegiatan-kegiatan yang produktif dan positif.

 

Lutfi berharap Dialog Kebangsaan menghasilkan langkah konkret setelah forum berakhir. Ia menilai diperlukan rencana tindak lanjut yang jelas agar gagasan yang muncul dalam diskusi tidak berhenti sebagai wacana.

 

“Harapannya dengan adanya kegiatan ini tentu kita harus ada rencana tindak lanjut mengenai apa yang akan kita kerjakan lagi setelah diskusi dengan Forkopimda,” kata Lutfi.

 

Dengan demikian, Dialog Kebangsaan diharapkan tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi menjadi awal dari kerja bersama antara mahasiswa, pemuda, dan pemerintah dalam mengawal pembangunan serta menjawab berbagai persoalan masyarakat di Kabupaten Lumajang.(D.S)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin