Daerah

Bupati Lumajang: HMI Jangan Patah Semangat, Usia Produktif Harus Jadi Kekuatan Perubahan

6
×

Bupati Lumajang: HMI Jangan Patah Semangat, Usia Produktif Harus Jadi Kekuatan Perubahan

Sebarkan artikel ini
Bupati Lumajang: HMI Jangan Patah Semangat, Usia Produktif Harus Jadi Kekuatan Perubahan
oplus_2

Bupati Lumajang: HMI Jangan Patah Semangat, Usia Produktif Harus Jadi Kekuatan Perubahan

 

LUMAJANG, kabarnusa 24.com.Sabtu,15/8/2026— Bupati Lumajang Indah Amperawati meminta kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tidak berhenti bergerak setelah dilantik. Ia menegaskan, organisasi mahasiswa harus menjadi ruang pembentukan kepemimpinan, penguatan nilai keislaman, sekaligus tempat mengasah kepedulian sosial untuk menjawab persoalan masyarakat.Dihadiri Forkominda,acara ini berlangsung di BKPSDM,Jalan A.Yani.

 

Pesan tersebut disampaikan Indah Amperawati saat memberikan sambutan dalam kegiatan pelantikan HMI di Kabupaten Lumajang. Ia meyakini kader HMI memiliki semangat dan keyakinan kuat untuk berjuang mencapai cita-cita organisasi.

 

“Jangan patah semangat itu di HMI. Setelah dilantik jangan merasa sudah selesai. Justru harus semakin aktif, diajak bergabung dan berdiskusi,” kata Indah.

 

Menurutnya, pengalaman berorganisasi sejak usia sekolah telah memberikan banyak pelajaran penting, terutama dalam membangun karakter dan kepemimpinan. Ia mengaku sejak sekolah dasar telah mengikuti organisasi Pramuka Bhaladika Jaya, kemudian aktif dalam kegiatan organisasi mahasiswa.

 

Bagi Indah, proses kaderisasi melalui berbagai pelatihan kepemimpinan atau “leadership training” memiliki peran penting dalam membentuk mental dan kemampuan seseorang ketika terjun ke masyarakat.

 

“Kepemimpinan, sosial, itu hal utama yang dibentuk di setiap organisasi. Nanti akan terlihat dari cara kita bekerja. Maka manfaatkan organisasi ini dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

 

Jangan Lepas dari Nilai Keislaman

 

Indah juga mengingatkan kader HMI agar tetap memegang nilai-nilai Islam sebagai pijakan dalam menjalankan aktivitas organisasi.

 

Ia menilai organisasi mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk ikut memperjuangkan persoalan yang terjadi di tengah masyarakat. Semangat tersebut, kata dia, harus diwujudkan dalam tindakan nyata, termasuk keberanian menyuarakan kebaikan.

 

Indah mencontohkan keterlibatan pemerintah bersama aparat dalam memberantas peredaran minuman keras di Lumajang.

 

Ia mengatakan, semangat *amar makruf nahi mungkar* harus menjadi bagian dari pola pikir kader HMI dalam melihat berbagai persoalan sosial.

 

“Banyak hal yang harus kita perjuangkan. Semangat untuk melakukan amar makruf nahi mungkar harus ada di pikiran HMI,” tegasnya.

 

Bonus Demografi Jangan Disia-siakan

 

Indah juga menyoroti besarnya jumlah penduduk usia produktif. Menurutnya, kondisi tersebut harus dimanfaatkan sebagai kekuatan pembangunan, bukan justru menjadi potensi yang terabaikan.

 

“Usia produktif kalau tidak dimanfaatkan, itu menjadi bonus demografi yang sia-sia,” katanya.

 

Karena itu, ia mendorong kader HMI terus meningkatkan kapasitas, memperluas jejaring, serta mengambil peran dalam pembangunan daerah.

 

Ia berharap organisasi mahasiswa tidak hanya aktif ketika ada momentum pelantikan, tetapi konsisten menjalankan program dan berdialog dengan berbagai elemen masyarakat.

 

Era Digital, Tabayun Jadi Kunci

 

Di tengah derasnya arus informasi digital, Indah meminta kader HMI turut menjadi kelompok intelektual yang mampu menyaring informasi sebelum menyebarkannya kepada publik.

 

Ia menekankan pentingnya tabayun atau melakukan klarifikasi sebelum mempercayai dan membagikan sebuah informasi.

 

“Sekarang ini eranya digitalisasi. Tabayun itu penting sebelum memposting,” ujarnya.

 

Menurutnya, kehati-hatian dalam menggunakan media sosial menjadi bagian dari tanggung jawab moral generasi muda. Jangan sampai informasi yang belum terverifikasi justru menimbulkan persoalan baru di masyarakat.

 

Indah juga menyampaikan keinginannya memperkuat komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan, termasuk Ansor, MUI, serta ICMI.

 

Ia berharap sinergi antarelemen tersebut dapat memperkuat pembangunan sosial di tingkat daerah hingga desa.

 

HMI Diminta Terus Bergerak

 

Indah mengatakan, berbagai kegiatan masyarakat di tingkat desa, termasuk kegiatan budaya dan kreativitas anak muda, merupakan ruang yang dapat menjadi bagian dari penguatan pembangunan daerah.

 

Karena itu, ia mengajak kader HMI tidak mengambil jarak dari dinamika masyarakat. Sebaliknya, mahasiswa harus hadir, berdiskusi, memberikan gagasan, dan ikut mencari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

 

“Jangan keluar dari grup kami. Tetap bergabung, berdiskusi dan terus memberikan kontribusi,” pesannya.

 

Di akhir sambutannya, Indah menyampaikan ucapan selamat kepada para kader yang baru dilantik. Ia berharap amanah organisasi tersebut menjadi awal perjalanan panjang untuk mewujudkan cita-cita dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

“Saya ucapkan selamat kepada yang dilantik. Semoga sampai pada apa yang diikrarkan,” pungkasnya.( D.S)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin