Prestasi Meredup, Pencak Organisasi Gresik Bersiap Bangkit Jelang Usia Seabad
Lumajang, kabarnusa 24.com—Pencak Organisasi (PO) Kabupaten Gresik menjadikan momentum milad ke-99 sebagai titik balik untuk membenahi organisasi dan mengembalikan prestasi atlet. Evaluasi menyeluruh disiapkan menjelang usia satu abad, mulai dari regenerasi atlet, keterbatasan pelatih hingga koordinasi kepengurusan yang dinilai belum optimal.
Pengurus PO Kabupaten Gresik, dr. Andinda, mengatakan usia 99 tahun seharusnya menjadi momentum bagi organisasi untuk berhenti sejenak dan melakukan introspeksi terhadap perjalanan yang telah dilalui.
“Di ulang tahun ke-99 ini kita harus mulai introspeksi, merefleksi. Kita banyak merefleksi diri karena usia kita satu tahun lagi sudah hampir seabad,” ujar Andinda
Menurut dia, perkembangan pencak silat di Indonesia terus berubah dan semakin kompetitif. Kondisi itu menuntut PO yang telah berdiri hampir satu abad untuk melakukan pembenahan agar tidak semakin tertinggal.
Andinda secara terbuka mengakui, capaian prestasi PO dalam lima tahun terakhir belum sesuai harapan. Bahkan, organisasi tersebut dinilai mulai tertinggal dibandingkan perguruan pencak silat lainnya.
“Dengan perkembangan pencak silat di Indonesia yang semakin berubah-ubah dan semakin meningkat, kita selaku perguruan pencak silat yang sudah terbilang tua harus banyak merefleksi diri,” katanya.
Ia menilai evaluasi tidak cukup berhenti pada pencapaian prestasi. Sistem pembinaan atlet dan regenerasi juga harus diperkuat.
Regenerasi Atlet Menjadi Sorotan
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian PO Gresik adalah jumlah atlet yang dinilai masih terbatas. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap proses regenerasi sekaligus peluang menemukan atlet potensial.
“Jumlah atletnya yang kurang banyak. Jadi otomatis regenerasinya juga kurang. Ketika kita memfilter atlet-atlet yang berprestasi, tidak terlalu banyak pilihan,” ujar Andinda.
Karena itu, PO Gresik berencana memperkuat proses regenerasi agar pada event-event berikutnya dapat mengirimkan atlet dengan potensi prestasi yang lebih besar.
Menurut Andinda persoalan tersebut juga berkaitan dengan keterbatasan jumlah pelatih. Di sisi lain, koordinasi kepengurusan PO di Gresik masih perlu diperbaiki.
“Jumlah pelatih yang terbatas, terus kepengurusan PO di Gresik pun masih belum terkoordinasi dengan baik. Itu yang menjadi bahan refleksi bagi kami yang ada di Gresik,” katanya.
Kepengurusan Akan Direstrukturisasi
Pembenahan organisasi menjadi salah satu agenda yang akan dilakukan setelah Rakernas. PO Gresik berencana melakukan restrukturisasi sekaligus peremajaan kepengurusan.
Langkah itu diharapkan dapat memperkuat koordinasi organisasi sekaligus menciptakan sistem pembinaan atlet yang lebih terarah.
“Setelah pulang dari Rakernas ini, kami akan merestrukturisasi ulang dan melakukan peremajaan ulang terhadap kepengurusan PO Gresik untuk bisa lebih baik dan lebih menelurkan atlet-atlet yang berprestasi kembali di event berikutnya,” ujar Andinda.
Momentum milad ke-99 juga bertepatan dengan agenda Rakernas dan pelantikan pengurus baru.
Menurut Andinda, rangkaian agenda tersebut harus mampu menghasilkan gagasan konkret untuk membawa PO keluar dari persoalan yang dihadapi.
Membidik Kembali Kejayaan Era 1990-2000
Di tengah evaluasi tersebut, PO Gresik menyimpan ambisi untuk mengembalikan kejayaan organisasi seperti pada era 1990-an hingga awal 2000-an.
Pada masa itu, kata Andinda, sejumlah atlet Pencak Organisasi mampu berprestasi hingga tingkat nasional dan internasional. PO juga dikenal kuat dalam kategori TGR atau seni.
“Harapannya Pencak Organisasi prestasinya kembali berjaya seperti di era tahun 2000-an, tahun 1990 sampai 2000. Waktu itu atlet-atlet pencak silat nasional yang mendunia didominasi oleh atlet-atlet dari Pencak Organisasi,” katanya.
Ia menyebut sejumlah nama yang pernah menjadi bagian dari masa kejayaan tersebut, di antaranya Rony dan Vina.
Bagi Andini, kejayaan masa lalu menjadi pemacu untuk membangun kembali prestasi PO. Namun, upaya tersebut membutuhkan pembenahan menyeluruh, bukan sekadar mengandalkan nama besar organisasi.
“Semoga dengan adanya Rakernas ini kita benar-benar bisa memperbaiki diri secara total, merestrukturisasi dengan refleksi yang sudah kita lakukan saat milad dan pengangkatan kepengurusan pusat,” ujarnya.
Ia berharap Rakernas menghasilkan formula baru untuk memperbaiki berbagai persoalan yang terjadi dalam satu dekade terakhir.
“Semoga kita bisa menemukan formula yang jauh lebih baik untuk memperbaiki apa yang sudah terjadi dalam 10 tahun terakhir ini,” kata Andinda.(D.S)







