Kapolres Lumajang Tegas: Jangan Ada Jarak antara Polri dan Media
LUMAJANG, KABARNUSA24.COM— Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan tidak boleh ada jarak antara kepolisian dan insan pers. Menurut dia, media bukan sekadar penyampai informasi, melainkan mitra strategis Polri dalam menjaga keamanan sekaligus membangun kepercayaan masyarakat.
Penegasan itu disampaikan Riki saat menggelar “Ngopdul” (Ngopi Dulu) bersama wartawan di Cafe Alka, Jalan Srikaya, Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Dalam suasana santai tanpa sekat formalitas, Riki berdialog langsung dengan sejumlah wartawan bersama jajaran pejabat utama Polres Lumajang. Berbagai persoalan menyangkut keamanan, pelayanan masyarakat hingga pola komunikasi publik menjadi bahan pembicaraan.
“Jangan sampai ada gap antara media dan Polri. Media adalah sahabat Polri,” kata Riki.
Bagi Riki, membangun hubungan yang sehat dengan pers merupakan bagian penting dari tugas kepolisian. Komunikasi yang terbuka dinilai dapat memperkecil kesalah pahaman sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengetahui kinerja kepolisian secara lebih objektif.
Ia bahkan meminta wartawan tidak ragu memberikan kritik maupun masukan kepada Polres Lumajang.
“Saya mohon bimbingan dan dukungan dari rekan-rekan media. Mari kita bersama-sama mengawal dan membina keamanan serta membantu menghadirkan keadilan bagi masyarakat,” ujarnya.
Suara Media Punya Kekuatan Besar
Riki menyadari bahwa media memiliki pengaruh besar dalam membentuk persepsi publik terhadap institusi kepolisian.
Karena itu, menurut dia, kepercayaan masyarakat terhadap Polri tidak cukup dibangun melalui pernyataan, tetapi harus dibuktikan melalui kerja nyata yang kemudian dikomunikasikan secara terbuka kepada publik.
“Kekuatan suara media sangat strategis. Karena itu, kami membutuhkan dukungan dan kerja sama teman-teman media,” kata Riki.
Ia juga meminta jajaran Humas Polres Lumajang memperkuat komunikasi dengan wartawan. Menurutnya, akses informasi yang terbuka akan membuat hubungan antara kepolisian, media, dan masyarakat semakin sehat.
Polisi dan Wartawan Punya Kepentingan yang Sama
Dalam pertemuan itu, Riki juga menekankan adanya kepentingan yang sama antara kepolisian dan media, yakni memberikan manfaat bagi masyarakat.
Upaya menjaga keamanan, kata dia, tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada polisi. Pencegahan kejahatan membutuhkan keterlibatan masyarakat dan seluruh elemen daerah.
Media, menurut Riki, dapat mengambil peran melalui pemberitaan yang edukatif dan berimbang sehingga masyarakat tidak hanya mengetahui sebuah peristiwa, tetapi juga terdorong untuk ikut menjaga keamanan lingkungan.
“Kita bisa berjalan beriringan, berkolaborasi dan bersinergi. Dengan begitu, apa yang kita lakukan benar-benar bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Bawa Pengalaman dari Berbagai Wilayah
Di hadapan wartawan, Riki juga memperkenalkan sejumlah pejabat utama Polres Lumajang yang hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk Kasatlantas AKP Bayu yang disebutnya sebagai putra daerah asal Kecamatan Kunir.
Riki juga menceritakan perjalanan tugasnya di kepolisian. Sebelum bertugas di Lumajang, ia pernah menjalani sejumlah penugasan, antara lain di Sulawesi Tengah, sebagai penyidik, melanjutkan pendidikan kepolisian, bertugas di Kupang, hingga menjadi pengawas Polri.
Ia kemudian mendapat penugasan di Pekalongan sebelum akhirnya dipercaya mengemban tugas di Jawa Timur.
“Jawa Timur ini memiliki posisi yang sangat strategis. Saya datang ke Lumajang dan tentu membutuhkan dukungan dari semua pihak, termasuk teman-teman media,” ujarnya.
Pertemuan “Ngopdul” tersebut berlangsung dalam suasana akrab. Tidak hanya menjadi forum silaturahmi, pertemuan itu juga menjadi ruang dialog antara kepolisian dan pers untuk membicarakan berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.
Riki berharap komunikasi tersebut terus terjaga dan menjadi fondasi kolaborasi antara Polri dan media dalam menjaga Kabupaten Lumajang tetap aman dan kondusif.
“Semoga komunikasi dan silaturahmi ini terus terjaga. Kita bersama-sama menjaga Lumajang agar tetap aman, nyaman, dan kondusif,” pungkasnya.(D.S)







