JAKARTA, KABARNUSA24.COM
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggelar Pelantikan dan Pengambilan Sumpah serta Janji Jabatan bagi pejabat manajerial dan fungsional, di Kantor Pusat Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Kamis (29/10/2026). Sebanyak 152 pejabat resmi dilantik dalam acara yang berlangsung khidmat tersebut, sebagian hadir secara langsung dan sebagian lainnya mengikuti melalui jalur daring.
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Nusron Wahid, yang memimpin langsung prosesi pelantikan, menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh pejabat yang baru saja menerima amanah jabatan. Ia menekankan bahwa kehadiran mereka di jajaran pimpinan kementerian tidak hanya soal wewenang, melainkan tanggung jawab besar untuk melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya.
“Pesan kami dalam pelantikan ini, tolong layani masyarakat dengan baik dan tidak mempersulit urusan orang. Terlebih, ini para eselon tiga yang paling berdekatan dengan fungsi-fungsi layanan pertanahan kepada masyarakat,” ujar Menteri Nusron di hadapan 152 pejabat terlantik.

Menteri Nusron menjelaskan bahwa 90% dari seluruh tugas dan fungsi Kementerian ATR/BPN berkaitan langsung dengan pelayanan publik. Oleh karena itu, keberhasilan kinerja setiap pejabat harus diukur dari tingkat kepuasan masyarakat yang dilayani, bukan sekadar kelengkapan administrasi semata.
Seluruh jajaran, terutama petugas yang berhadapan langsung dengan pemohon di Kantor Pertanahan, diminta memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang optimal. Jika ada persyaratan yang belum lengkap atau dokumen yang belum sesuai, pejabat diminta tidak serta-merta menolak, melainkan membantu masyarakat untuk melengkapinya.
“Layani dengan hati. Kalau ada dokumen yang belum sesuai, jangan serta-merta ditolak, tetapi dibantu dan didampingi. Kondisi masyarakat kita berbeda-beda. Ada yang sudah memahami persyaratan karena melek digital, tetapi masih banyak yang perlu dibimbing,” pesan Menteri Nusron.
Dalam pelantikan kali ini, rincian pejabat yang dilantik terdiri atas 147 Pejabat Administrator, 4 Pejabat Fungsional, dan 1 Pejabat Pimpinan Tinggi Madya. Satu jabatan strategis yang juga diisi adalah Inspektur Jenderal ATR/BPN, yang kini dipercayakan kepada Komisaris Jenderal Polisi, Wahyu Widada.
Khusus terkait pengawasan internal, Menteri Nusron menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan yang baik, kedisiplinan, dan integritas. Kepada Inspektur Jenderal yang baru, ia berharap sistem pengawasan tidak hanya berjalan setelah masalah terjadi, tetapi lebih bersifat pencegahan sejak dini.
“Kami berharap pengawasan sifatnya bukan post factum — setelah kejadian atau sesudah fakta tersebut terjadi — tapi pengawasan yang sifatnya early warning system atau peringatan dini. Kalau bisa sebelum kejadian, kita sudah lakukan mitigasi sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” tegasnya.
Acara pelantikan ini juga dihadiri oleh Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, beserta sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di lingkungan Kementerian ATR/BPN. Kehadiran mereka menandai dukungan penuh terhadap rotasi dan mutasi yang dilakukan untuk memperkuat kinerja organisasi.
Pada momen sakral tersebut, Pakta Integritas dibacakan secara lantang oleh perwakilan pejabat terlantik, yaitu Inspektur Jenderal ATR/BPN, Wahyu Widada. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Berita Acara Pengambilan Sumpah dan Janji Jabatan sebagai bentuk kesungguhan memegang amanah baru.
Bertindak sebagai saksi dalam penandatanganan tersebut, Direktur Jenderal Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan, Arief Muliawan, serta Pelaksana Harian Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang, Dwi Budi Martono. Proses pelantikan berjalan lancar dan diharapkan menjadi awal perbaikan kualitas layanan pertanahan bagi seluruh masyarakat Indonesia.(Rizky Tile)
