Daerah

PKB Lumajang Angkat Sosialisme Islam, Ajak Generasi Muda Melawan Ketimpangan dan Bangun Optimisme Kebangsaan

19
×

PKB Lumajang Angkat Sosialisme Islam, Ajak Generasi Muda Melawan Ketimpangan dan Bangun Optimisme Kebangsaan

Sebarkan artikel ini
PKB Lumajang Angkat Sosialisme Islam, Ajak Generasi Muda Melawan Ketimpangan dan Bangun Optimisme Kebangsaan

Foto : Anggota DPRD kabupaten Lumajang Abdul Halim, Abdul Rohman,Ma’ruf,Qummi ,Eko Adis,mentor

* Hasyim Asyari, S.Si., M.M.

* Dr. Ahmad Ihwanul Muttaqin, M.Pd.I.

* Dr. Rojabi Azharghany, S.Sos.I., M.Si.
* IPNU,Ansor,HMI dan aktivis

Judul :

PKB Lumajang Angkat Sosialisme Islam, Ajak Generasi Muda Melawan Ketimpangan dan Bangun Optimisme Kebangsaan

LUMAJANG,kabarnusa24.com.Minggu,8/11/2026– Di tengah meningkatnya ketimpangan sosial dan dinamika kebangsaan yang dinilai tengah menghadapi berbagai persoalan, DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Lumajang menggelar diskusi publik dan bedah buku bertema sosialisme Islam. Forum ini menjadi ruang refleksi untuk menghidupkan kembali idealisme, memperkuat solidaritas, serta membangun optimisme generasi muda terhadap masa depan bangsa.

Kegiatan yang berlangsung di Warung Bu Umi, Desa Banjarwaru, Kabupaten Lumajang, tersebut menghadirkan pemikiran tentang sosialisme Islam sebagai salah satu landasan perjuangan dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih adil dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.

Tenaga Ahli (TA) Gus Rifki Ahmad Mustofa Jamil mengatakan, diskusi tersebut sengaja digelar di tengah situasi kebangsaan yang dinilai sedang tidak baik-baik saja. Menurutnya, PKB ingin menghadirkan ruang dialog yang mampu menyegarkan pemikiran sekaligus menguatkan kembali nilai-nilai kebangsaan.

“Di tengah ketimpangan sosial dan kondisi kebangsaan yang kurang baik, kami berharap diskusi ini menjadi oase sekaligus memberikan angin segar bagi anak-anak bangsa, khususnya generasi muda,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan nasional atas arahan Gus Muhaimin agar seluruh DPC PKB di Indonesia menyelenggarakan diskusi serupa. Tujuannya, memberikan pemahaman kepada generasi muda agar tetap memiliki keyakinan dan optimisme terhadap kekuatan bangsa Indonesia.

Gus Rifki menegaskan, Indonesia masih memiliki sumber daya alam dan sumber daya manusia yang besar. Potensi tersebut harus menjadi modal untuk membangun masa depan bangsa, bukan justru tenggelam dalam pesimisme akibat berbagai persoalan yang terjadi.

Dalam diskusi tersebut, pemikiran Ali Shariati menjadi salah satu rujukan penting. Sosok intelektual Muslim asal Iran itu dinilai memiliki gagasan yang relevan dalam membangun kesadaran umat melalui fondasi tauhid, keadilan sosial, dan semangat perubahan.

Menurut Gus Rifki, Islam seharusnya menjadi kekuatan yang melahirkan optimisme, solidaritas, dan gerakan kolektif untuk memperjuangkan kehidupan masyarakat yang lebih baik.

Sementara itu, dalam pemaparan materi bedah buku, Fahrur Rozi atau Gus Erros mengulas perjalanan pemikiran sosialisme dari berbagai tokoh dunia hingga perkembangannya di Indonesia.

Ia menjelaskan, sosialisme lahir sebagai kritik terhadap kapitalisme, khususnya dalam persoalan ketimpangan ekonomi dan penguasaan sumber daya. Dalam perkembangannya, pemikiran tersebut melahirkan beragam aliran dan tokoh, mulai dari Lenin, Stalin, Fidel Castro, hingga Ali Shariati di Iran.

Di Indonesia, gagasan sosialisme juga berkembang melalui sejumlah tokoh dengan corak pemikiran berbeda. Di antaranya Soekarno dengan sosialisme nasionalis, Amir Sjarifuddin dengan sosialisme komunis, Sutan Sjahrir dengan sosialisme demokrat, serta H.O.S. Tjokroaminoto yang dikenal membawa gagasan sosialisme religius.

Gus Erros juga mengaitkan semangat ekonomi kerakyatan dengan pemikiran Raden Asnawi dari Kudus melalui filosofi Gus Ji Gang, yakni bagus, ngaji, dan dagang. Filosofi tersebut menggambarkan pentingnya membangun karakter dan akhlak yang baik, memperkuat kehidupan keagamaan, sekaligus memiliki kemandirian ekonomi.

Menurutnya, sosialisme religius dapat menjadi jalan untuk mempertemukan nilai-nilai keagamaan dengan perjuangan mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat.

Diskusi tersebut juga menjadi momentum untuk mengajak kalangan muda, santri, serta aktivis organisasi seperti HMI, PMII, Ansor, dan IPNU agar tidak kehilangan idealisme dalam menghadapi tantangan zaman.

Kegiatan ini dihadiri sejumlah anggota DPRD Kabupaten Lumajang, di antaranya Halim,Ma’ruf, Abdul Rohman, dan Qummi, serta kader PMII, IPNU, dan berbagai elemen aktivis.

Melalui forum tersebut, DPC PKB Lumajang berharap diskusi sosialisme Islam tidak berhenti sebagai wacana intelektual semata, tetapi mampu melahirkan gagasan dan gerakan nyata yang memperkuat persatuan, kepedulian sosial, serta komitmen terhadap keadilan.

Dari sebuah forum sederhana di Desa Banjarwaru, PKB Lumajang ingin menghadirkan percikan pemikiran positif bagi kehidupan kebangsaan, sekaligus mengingatkan bahwa optimisme dan keberpihakan terhadap masyarakat harus tetap menjadi bagian penting dari perjuangan generasi muda.( D.S )

Penulis