Berita

Pemkab Garut Apresiasi Resital Team Angklung Sangpendidik Kabupaten Garut

3
×

Pemkab Garut Apresiasi Resital Team Angklung Sangpendidik Kabupaten Garut

Sebarkan artikel ini
Pemkab Garut Apresiasi Resital Team Angklung Sangpendidik Kabupaten Garut
{"data":{"pictureId":"06b0313468d24d5fa75ebb96227ceb76","appversion":"4.5.0","stickerId":"","filterId":"","infoStickerId":"","imageEffectId":"","playId":"","activityName":"","os":"android","product":"lv","exportType":"image_export","editType":"image_edit","alias":""},"source_type":"vicut","tiktok_developers_3p_anchor_params":"{"source_type":"vicut","client_key":"aw889s25wozf8s7e","picture_template_id":"","capability_name":"retouch_edit_tool"}"}

KabarNusa24.Com//Garut, – Dewan Pengurus Daerah Perhimpunan Penggiat Angklung Indonesia (DPD PPAI) Kabupaten Garut menggelar acara Resital Team Angklung Sangpendidik Kabupaten Garut bertajuk “Angklung’s Day” yang bertempat di Gedung Art Center, Jalan Proklamasi, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (30/12/2024).

Pemkab Garut Apresiasi Resital Team Angklung Sangpendidik Kabupaten Garut
{“data”:{“pictureId”:”1630ac186c0645d38431605f76dc5639″,”appversion”:”4.5.0″,”stickerId”:””,”filterId”:””,”infoStickerId”:””,”imageEffectId”:””,”playId”:””,”activityName”:””,”os”:”android”,”product”:”lv”,”exportType”:”image_export”,”editType”:”image_edit”,”alias”:””},”source_type”:”vicut”,”tiktok_developers_3p_anchor_params”:”{“source_type”:”vicut”,”client_key”:”aw889s25wozf8s7e”,”picture_template_id”:””,”capability_name”:”retouch_edit_tool”}”}

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Garut, Sri Kartika Barnas Adjidin, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dispardub) Kabupaten Garut, Luna Aviantrini, serta tamu undangan yang lainnya.

Kepala Disparbud Kabupaten Garut, Luna Aviantrini, memberikan apresiasi atas terselenggaranya Resital Team Angklung Sangpendidik Kabupaten Garut.
Pemkab Garut Apresiasi Resital Team Angklung Sangpendidik Kabupaten Garut

Terlebih, imbuh Luna, selama Ia menjabat sebagai Kepala Disparbud Kabupaten Garut, baru kali ini pihaknya melihat langsung penyelenggaraan kegiatan resital angklung, dan menurutnya kegiatan ini luar biasa untuk kemajuan angklung di Kabupaten
Garut.

“Kalau melihat ini saya rasa cukup bagus, kalau ke seluruh kecamatan ada, sampai ke desanya juga ada, sangat luar biasa ini, berarti ini penggerak-penggerak atau penggiat angklungnya itu luar biasa dan kompak” ujar Luna.

Ia berharap akan ada agenda tahunan mengenai angklung ini di Kabupaten
Garut, sehingga angklung sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO ini terus eksis di Kabupaten
Garut.

“Ya harapannya angklung ini tetap eksis, khususnya di Kabupaten Garut terus berkembang, dan semakin disenangi oleh generasi penerus, karena ini kan bagian dari warisan budaya tak benda kita yang harus kita tetap pelihara dan lestarikan,” harapnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PPAI, Gunawan Undang, menuturkan, kegiatan ini merupakan hasil dari program pelatihan instruktur yang pihaknya lakukan pada bulan Juni tahun 2023 lalu di beberapa daerah di Jawa Barat bagian selatan seperti Sukabumi, Cianjur, Tasik, Pangandaran, Bandung Barat, Indramayu, hingga Kabupaten Garut.

“Nah, ternyata yang cukup menonjol itu adalah di Kabupaten Garut yang dilaksanakan di Cisewu waktu itu, sehingga dibentuklah Dewan Pengurus Daerah (atau) DPD PPAI Kabupaten Garut, ternyata latihan dan terus berlatih ternyata dia juara tingkat nasional waktu itu ikut festival, bahkan setelah juara itu dia diundang oleh KBRI Manila,” tutur Gunawan.

Gunawan memberikan apresiasi yang sangat luar biasa terhadap DPD PPAI Kabupaten Garut yang telah menyelenggarakan resital angklung di Kabupaten Garut, karena menurutnya hal ini selain implementasi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, juga merupakan amanat dari UNESCO yang sudah menetapkan angklung sebagai warisan budaya dunia sejak tahun 2010 silam.

“Nah itu berarti suatu saat akan ada evaluasi bagaimana perkembangannya, kan bisa dicabut ini kalo jika tidak berkembang. Nah, makanya kami menjadikan Kabupaten Garut dan Cianjur itu sebagai percontohan pengembangan angklung dari Dewan Pengurus Pusat Perhimpunan Penggiat Angklung Indonesia,” ucapnya.

BACA JUGA:  *Berdiri Sejak 1995, Rumah Warga Kota Malang Akhirnya Bersertipikat Berkat PTSL* Kota Malang - Manfaat Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang dijalankan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) semakin banyak dirasakan oleh masyarakat. Salah satunya, Hartining (67) warga Kelurahan Polehan, Kota Malang yang secara nyata terbantu dengan PTSL dan memudahkannya memiliki sertipikat atas tanah yang ia beli pada tahun 1995. Ia bercerita, mulanya tahu informasi soal program PTSL dari keluarga. Tertarik dengan kemudahan dan biaya yang murah, Hartining tak banyak pikir dan yakin untuk mendaftarkan tanahnya. Benar saja, setelah mengumpulkan berkasnya tiga bulan lalu, pada Senin (02/09/2024) ia menerima sertipikatnya langsung dari Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Raja Juli Antoni di Kantor Pertanahan Kota Malang. “Saya itu beli tanah dari tahun 1995, itu tidak saya sertipikatkan karena mahal zaman dulu. Terus adik saya beri tahu saya suruh ikut ini (PTSL, red), katanya murah dan gampang. Akhirnya saya ikut dan ternyata beneran gampang. Nantinya sertipikat ini saya simpan, saya masukkan lemari. Ke mana-mana kuncinya saya bawa, soalnya hasil kerja keras saya sendiri,” cerita Hartining dengan muka bahagia dan mata berkaca-kaca. Tak hanya Hartining yang menikmati manfaat program PTSL, Pengurus Masjid Nurul Islam, Muhammad Khairuddin yang menerima sertipikat tanah wakaf dari Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN juga merasa demikian. Sudah 20 tahun masjidnya belum bersertipikat, sebelum akhirnya mulai mengurus pendaftaran tanah dengan program PTSL. “Alhamdulillah, saya kemarin itu menangis setelah mendapati masjid saya sudah ada suratnya (sertipikat, red). Dengan adanya (sertipikat, red) ini kita selaku rakyat kecil bisa bahagia, tentram, damai, dan nyaman. Terima kasih kepada pihak yang sudah bekerja siang-malam, saya tahu sendiri selama bulan puasa itu di Kelurahan Polehan full melayani masyarakat,” ungkap Muhammad Khairuddin. Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN pun menyatakan jika PTSL ini sejatinya program Kementerian ATR/BPN untuk mempercepat pendaftaran tanah di Indonesia. Untuk itu, setiap daerah menggencarkan PTSL, termasuk Kantor Pertanahan Kota Malang yang berhasil mendaftarkan seluruh bidang tanahnya. “Untuk Kota Malang, kabar baik Mas AHY sekitar tanggal 11 atau 13 September ini akan datang untuk meresmikan Kota Malang sebagai Kota lengkap, yang artinya semua tanah sudah dipetakan tidak ada lagi gap atau overlap," kata Raja Juli Antoni usai menyerahkan 40 Sertipikat Hak Milik hasil program PTSL, 10 sertipikat tanah wakaf, dan 12 Sertipikat Hak Milik Pemerintah Kota Malang. Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Timur, Lampri; Sekretaris Daerah Kota Malang, Erik Setyo Santoso beserta jajaran; seluruh Kantor Pertanahan di Provinsi Jawa Timur; Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Malang; Forkopimda Kota Malang; Ketua Nahdlatul Ulama Kota Malang, ketua IPPAT Kota Malang. (MW/RT) #AHYMenteriATR #KementerianATRBPN #MelayaniProfesionalTerpercaya #MajuDanModern #MenujuPelayananKelasDunia #SetiapKitaAdalahHumas #SetiapKitaAdalahAmbassador Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional X: x.com/kem_atrbpn Instagram: instagram.com/kementerian.atrbpn/ Fanpage facebook: facebook.com/kementerianATRBPN Youtube: youtube.com/KementerianATRBPN TikTok: tiktok.com/@kementerian.atrbpn Situs: atrbpn.go.id PPID: ppid.atrbpn.go.id

Dalam kegiatan ini juga, lanjut Gunawan, terdapat penampilan dari sanggar-sanggar angklung yang bernama sanggar angklung pendidikan atau Sangpendidik di bawah binaan DPP PPAI dan DPD PPAI Kabupaten Garut.

Ia menjelaskan bahwa saat ini pihaknya juga sedang menyusun Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jawa Barat tentang angklung sebagai alat musik pendidikan, di mana hasil kajian dari beberapa Perguruan Tinggi kenamaan di Indonesia sudah ada, dan saat ini rancangannya sedang diusulkan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat.

“Jika nanti jika Perda ini tetapkan maka angklung sebagai alat musik pendidikan itu bermanfaat tadi nilai-nilainya itu ya, sebab kalau kurikulum pendidikan mata pelajaran musik itukan hanya bagian sekarang dari SBK (atau) seni budaya kesenian, sedangkan seni banyak, budaya banyak, belum lagi keterampilan, hanya beberapa jam pelajaran, oleh karena itu angklung ini harus menjiwai seluruh mata pelajaran,” tandasnya.
(Yyng)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin