Lumajang, kabarnusa 24.com.Minggu,6/7/2025.Sosialisasi eksistensi pendidikan Madrasah Diniyah dalam masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan apresiasi masyarakat terhadap peran penting Madrasah Diniyah sebagai lembaga pendidikan keagamaan. Madrasah Diniyah memiliki peran krusial dalam membentuk karakter generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai agama Islam, serta melengkapi pendidikan formal yang diperoleh di sekolah umum.Acara ini di adakan di hotel prima, Jalan Sukarno Hatta kecamatan Sukodono Kabupaten Lumajang
Ketua yayasan Balqis ( Barisan Relawan Neng Laila) Ustad Zamroni mengungkapkan “Alhamdulillah bisa mengawal neng Laila sampai kemenangan yaitu menjadi DPR Propensi.Saya juga mengungkapkan selamat kepada ketua PD Pontren yang baru,supaya menjadi ketua yang amanah,adik dan jujur.Bersinergi dan berkolaborasi dengan semua anggota,”ungkap Zamroni
ketua PD Pontren Sudihartono mengungkapkan” Saya persatu Juli saya mendapat amanah untuk menjadi Kasi PD Pontren Saya tidak mengenal sana sekali PD Pontren,Besik saya hanya kepala KUA, untuk itu saya meminta bimbingannya,terutama para senior .Kita majukan dan kita besarkan PD Pontren bersama,”ungkap Sudihartono
“Sinergitas agar PD Pontren menjadi berkembang, maju,saya harapkan tim 4 orang .2 laki-laki dan 2 perempuan bekerja sama dan berkolaborasi dengan baik,”ungkapnya
“Kita harus bersinergi dengan kementrian agama supaya Madin berkembang pesat,kita harus saling sering dan bersinergi secara pelan-pelan tapi pasti,”tambahnya
Anggota DPR Propensi Jawa Timur dari fraksi PKB Hj .Lailatul Qodriyah,S.S..N PD mengungkapkan bahwa “Saya bagian dari madrasah Diniyah, Alhamdulillah,saya bisa mengangkat derajatnya.Saya sudah menyampaikan kepada pemerintah kabupaten Lumajang agar memberi anggaran untuk madrasah Diniyah ,Ini merupakan bagian dari anak bangsa, agar Madin di perhatikan dan di beri dana intensif,” ungkap neng Laila
“Konsolidasi perlu agar Diniyah dan Madrasah lebih maju,exsis.Dulu Setiap kecamatan bahkan setiap Madrasah Diniyah selalu memboyong piala sebanyak -banyaknya,” ungkap neng Laila
“Kami berupaya usia SD bisa membaca Alquran.Mulai Kelas 2 SD membaca Alquran,kelas 4 sudah lancar walaupun tanpa harokat atau maqro,’jelas neng Laila
“Ini kalau bagian dari konsolidasi maka akan saya fasilitasi.Perkecamatan tentunya tidak sama,cara membinanya.Saya merupakan pansus dari Madrasah Diniyah, agar madrasah Diniyah lebih hebat dan berkembang pesat,mari kita selalu eksis mendidik,dan mengarahkan siswa- siswi Madin,”jelas neng Laila (D.S)







