Berita

Bernilai Ekonomis Tinggi, Budidaya Pisang Abaka Jadi Alternatif Petani dan UMKM di Kabupaten Lumajang

3
×

Bernilai Ekonomis Tinggi, Budidaya Pisang Abaka Jadi Alternatif Petani dan UMKM di Kabupaten Lumajang

Sebarkan artikel ini
Bernilai Ekonomis Tinggi, Budidaya Pisang Abaka Jadi Alternatif Petani dan UMKM di Kabupaten Lumajang
oplus_2

Lumajang ,kabarnusa24.Com.Senin,4/7/2025.Ratusan petani dan pelaku UMKM yang tersebar di 21 Kecamatan di Kabupaten Lumajang diberikan pemahaman dan edukasi terkait budidaya dan pemanfaatan serat pisang abaka oleh Anggota Komisi X DPR RI H.Purnamasidi bersama tim dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

“Pelatihan budidaya dan pemanfaatan serat pisang abaka bisa memberikan alternatif bagi petani di Lumajang Karena pisang abaka ini bernilai ekonomi tinggi dan masuk dalam komoditas pasar ekspor,” ungkap Purnamasidi

Ia mengungkapkan, serat abaka banyak manfaatnya. Di antaranya, dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan kertas berkualitas tinggi, uang kertas, industri telekomunikasi, industri otomotif, industri transportasi, serta kertas ringan udara seperti kertas teh celup dan tisu basah. Bahkan untuk merekatkan limbah kertas, butuh 60 persen serat abaka.

“Memang saya memahami jika petani di sini (Lumajang )sebagian besar di antaranya menanam pisang Agung,Pisang Kirana,pisang Cavendis atau ambon.Tapi ini berdasarkan penelitian tim BRIN tanah di sini memiliki potensi untuk dikembangkan pisang abaka ini,” jelas Purnamasidi

Sementara itu, Kepala Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN, Dr.R.Heru Praptanah,S.P, mengatakan, serat pisang abaka merupakan tanaman dengan nama latin musa textilis termasuk dalam famili musaceae atau jenis pisang-pisangan.

“Bentuknya menyerupai pohon pisang, namun buahnya sangat kecil serta memiliki serat yang sangat kuat di bagian pelepahnya,” jelas Heru

Ia mengungkapkan, kekuatan serat abaka yang dapat menjadi nilai tambah karena setelah diolah dapat dijadikan bahan baku untuk pembuatan tali tambang kapal, karpet, maupun barang-barang souvenir seperti tas, sandal atau topi.

“Dengan potensi besar serat pisang abaka, maka kami mulai melakukan penjajakan agar ke depan bisa dikembangkan atau dibudidayakan di wilayah Kabupaten Lumajang” pungkasnya Heru.(D.S)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin