Berita

Kolaborasi Komisi X DPR RI dan Mendiknas Gelar Workshop Pendidikan.Ini yang Harus di Lakukan Guru dan Siswa

0
×

Kolaborasi Komisi X DPR RI dan Mendiknas Gelar Workshop Pendidikan.Ini yang Harus di Lakukan Guru dan Siswa

Sebarkan artikel ini
Kolaborasi Komisi X DPR RI dan Mendiknas Gelar Workshop Pendidikan.Ini yang Harus di Lakukan Guru dan Siswa

Kolaborasi Komisi X DPR RI dan Mendiknas Gelar Workshop Pendidikan.Ini yang Harus di Lakukan Guru dan Siswa

 

Lumajang,kabarnusa24.Com.Minggu,14/9/2025. Dirjen PAUD dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Komisi X DPR RI menggelar workshop Penguatan Pendidikan Karakter melalui Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

Workshop melibatkan 100 pengajar mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA/SMK dilaksanakan di Convention Hall, Hotel Aston Inn,Jalan Panglima Sudirman, Lumajang -Jawa Timur.Acara ini di ikuti 100 guru ,mulai dari OAUD,TK,SD,SMP,SMA/SMK.

Anggota komisi X DPR RI H.Muhamnad Nur Purnamasidi mengadakan workshop pendidikan untuk mensosialisasikan gerakan transisi dari Paud ke SD.Hal ini upaya mendukung program wajib belajar 13 tahun tang menyenangkan di kabupaten Lumajang.

Purnamasidi menegaskan bahwa guru saat ini dituntut untuk lebih inovatif dalam melaksanakan pembelajaran, khususnya dalam pemanfaatan teknologi yang berkembang pesat.

“Penguasaan teknologi adalah kompetensi yang harus terus ditingkatkan oleh guru. Apalagi Menteri pendidikan Abdul Mu’ti sudah tidak lagi membebankan tugas administrasi yang berbelit-belit, yang selama ini sering menjadi alasan guru tidak punya waktu berinovasi”, tandas bang Pur.

Senada dengan hal itu, Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kemendikdasmen, Nia Nurhasanah, menyebutkan bahwa “Workshop ini merupakan bagian dari upaya penguatan pembelajaran yang berfokus pada numerasi, sains, dan teknologi.

“Kompetensi ini nantinya akan menghubungkan pembelajaran dengan konteks kehidupan sehari-hari. Apalagi sekarang kita sudah memasuki era Artificial Intelligence, model dan metode pembelajaran kita mau tidak mau harus bertransformasi”, ungkap Nia.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap peran Komisi X DPR RI yang konsisten mendukung program-program pendidikan.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada teman-teman di Komisi X DPR RI, khususnya Bang Pur, yang terus mendukung kami di Kemendikdasmen”, ujarnya.

Kemendikdasmen Jayen juga mengungkapkan “Generasi saat ini cenderung suka konsumsi makanan junk food, makanan dengan kalori tinggi tetapi rendah nilai gizinya, kaya akan gula, garam, dan lemak jenuh atau trans, namun miskin vitamin, mineral, dan serat.

“Dengan 7 kebiasaan hebat ini, maka anak-anak punya energi lebih, tidak cepat stress sehingga yang dilapangan jangan sampai wacana kondisi di Jakarta seperti itu tapi tidak berimbas sampai ke Lumajang,”ungkap Jayen

Jayen juga menegaskan “Bukan hanya teori. Guru dan orangtua harus sinergi. Guru atau pihak sekolah bisa kerjasama dengan orangtua murid. “Harus ada parenting, pola asuh dan tanggung jawab orang tua untuk mendidik, membimbing, dan mendukung perkembangan anak agar menjadi individu yang sehat, mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki karakter yang baik,” ungkapnya.

Dengan 7 kebiasaan Anak Indonesia Hebat diharapkan anak lebih siap mendapat atau menerima pelajaran-pelajaran, lebih memahami dinamika dan problematika kehidupan, tidak mudah stress. Kemudian tidak mengandalkan kecerdasan semata. Maksudnya kecerdasan intelektual tetapi lebih komprehensif karena ini pendidikan karakter.

 

Jayen menambahkan, mengapa ada 7 kebiasaan Anak Indonesia Hebat sebenarnya upaya penguatan pendidikan karakter anak-anak. Jadi, di sekolah sebenarnya ada dua proses. Pertama pembelajaran, bagaimana anak-anak punya kecerdasan berkaitan akademik sesuai mata pelajaran yang dipelajari.

 

Kedua pendidikan, mendidik membangun karakter anak. Kalau pembelajaran itu oleh masing-masing guru. Tapi, kalau pendidikan oleh semua guru bersama-sama orangtua.

 

“Jadi ini penguatan pendidikan karakter dengan inovasi dari Pak Menteri ada 7 kebiasaan yang disebut 7 kebiasaan Anak Indonesia Hebat seperti, bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat,” ujar Jayen

 

Sementara itu Riyadi Eko Romadhon mengungkapkan “Kegiatan ini masa resesnya bang Pur selaku anggota DPR RI komisi X ,kebetulan beliau membidangi masalah pendidikan sehingga yang di hadirkan 100 orang adalah para guru,mulai PAUD,SD,SMP,SMA/ SMK ,yang hadir dari Jakarta pak Jayeng dari kementerian didasmen ,sedangkan yang membuka Bu direktur PAUD,juga hadir Dokter Rina untuk acara ini . Sepenuhnya acara ini untuk guru”ungkap Eko

 

“Tujuannya serap aspirasi dari bang Pur selaku anggota dewan masukan dan saran .Tadi sudah bagus,ada masukan terhadap bang Pur terkait pendidikan di Lumajang terkait sarana dan Prasarana yang kurang , istilahnya di perjuangkan sampai pusat ,”ujar Eko

 

“Kurikulumnya masih, MBKMnya juga masih, ini sebagai penunjang heblirning atau pembelajaran yang mendalam itu sebagai pembelajaran tambahan tetapi tidak menutup kemungkinan suatu saat terdepan ini menjadi kurikulum yang baru ,karena kita lihat deep liarneng itu memang mulai dari mining fuul , Ming full sampai Joy full dan dorefel sangat di butuhkan untuk kondisi anak-anak saat ini ,”ungkap Eko

 

“Saat ini pembelajaran yang ini tidak mengharuskan anak harus menghafal tetapi dia mengerti makna ,mengerti prosesnya dan dia belajar dengan senang, bahagia,tidak tertekan,tidak memikirkan yang ruwet/susah seperti banyak Pr,”jelasnya

 

Intinya belajar yang menyenangkan.Guru di tuntut harus kreatif,mandiri.Makanya dulu saya bilang “JARKONI” bisa ngajar tidak bisa ngelakoni/ melaksanakan.Apalagi sekarang tang lagi buming “SERKONI” ISO ngeser,tapi tidak bisa melakukan,kita ambil contoh sebelum subuh ser,Monggo sepertiga malam sholat tahajud,tetapi tidak melaksanakan sholat tahajud,tapi cuman ngeser saja,”ungkap Eko.(D.S)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin