DaerahPeristiwa

Kejanggalan Proyek Senderan di Desa Pawidean, Indramayu Dipertanyakan Warga

20
×

Kejanggalan Proyek Senderan di Desa Pawidean, Indramayu Dipertanyakan Warga

Sebarkan artikel ini
Kejanggalan Proyek Senderan di Desa Pawidean, Indramayu Dipertanyakan Warga

 

Indramayu, Kabarnusa24.com
Pelaksanaan proyek pembangunan senderan di Blok Kyai Rokid, Desa Pawidean, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, kini menjadi sorotan masyarakat. Warga menilai ada sejumlah kejanggalan dalam pelaksanaan proyek yang diduga menggunakan dana publik tersebut.

Salah satu hal yang menjadi perhatian utama adalah tidaknya ditemukan papan informasi proyek di lokasi pekerjaan. Padahal, sesuai dengan ketentuan, setiap proyek yang dibiayai dari APBD maupun APBN wajib menampilkan papan informasi berisi data penting seperti sumber dana, volume pekerjaan, pelaksana, serta waktu pelaksanaan.

Kejanggalan Proyek Senderan di Desa Pawidean, Indramayu Dipertanyakan Warga

“Kami heran, karena tidak ada papan informasi apa pun di sini. Padahal seharusnya tertera jelas siapa pelaksananya dan berapa anggarannya,” ujar salah seorang warga setempat, Rabu (15/10/2025).

Selain tidak adanya papan proyek, warga juga menyoroti penggunaan material yang dinilai tidak sesuai standar. Material pasir yang digunakan tampak seperti pasir campur waled, sementara proses pengadukan antara pasir dan semen dilakukan secara manual tanpa alat pengaduk mekanis (molen).

Kejanggalan Proyek Senderan di Desa Pawidean, Indramayu Dipertanyakan Warga

“Ini proyek besar atau kerja gotong royong saja? Kalau aduknya manual begini, nanti hasilnya kurang kuat. Harusnya pakai mesin agar kualitasnya bagus,” keluh warga lainnya.

Kondisi di lapangan pun dinilai tidak memenuhi standar keselamatan kerja. Para pekerja terlihat tidak mengenakan alat pelindung diri (APD) seperti helm atau rompi keselamatan, dan sebagian tidak memiliki identitas resmi sebagai tenaga proyek.

“Biasanya tukang proyek pemerintah itu pakai helm, rompi, dan tanda pengenal. Kalau ini tidak ada, kami jadi bertanya-tanya pekerja ini siapa dan proyeknya dari mana,” imbuh warga.

Dengan adanya berbagai kejanggalan tersebut, masyarakat Desa Pawidean meminta dinas terkait segera turun tangan untuk meninjau dan mengklarifikasi pelaksanaan proyek senderan tersebut. Warga juga berharap proses pengerjaan dapat dihentikan sementara hingga semua ketentuan administrasi dan teknis dipenuhi.

“Kami hanya minta transparansi dan keterbukaan. Jangan sampai dana publik disalahgunakan. Kalau proyek dikerjakan asal-asalan, yang rugi masyarakat juga,” tegas warga.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun dinas terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai temuan dan keluhan masyarakat tersebut.

Masyarakat berharap ke depan pemerintah daerah lebih tegas dalam mengawasi pelaksanaan proyek infrastruktur di tingkat desa, agar setiap kegiatan benar-benar memberikan manfaat dan kepercayaan publik terhadap pemerintah tetap terjaga.

(MT Jahol)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin