Tapanuli Tengah –Kabarnisa24.com) Kondisi jalan berlubang di Pondok Batu, Kecamatan Sarudik, kembali menuai sorotan warga. Kerusakan yang sudah berlangsung lama membuat jalan tersebut tidak layak dilalui kendaraan, terutama saat musim hujan ketika lubang-lubang besar berubah menjadi genangan air.
Di tengah kekecewaan itu, warga muncul dengan ide kreatif sekaligus bentuk protes: memanfaatkan lubang-lubang jalan sebagai kolam darurat untuk budidaya ikan lele.
Gagasan tersebut dianggap dapat memberi manfaat sementara sambil menunggu perbaikan jalan dari pemerintah.
Salah seorang warga berinisial K mengatakan, kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki membuat warga mencari cara agar kerusakan tersebut tetap membawa nilai produktif.
“Kalau pemerintah belum bisa memperbaiki dalam waktu dekat, kami ingin manfaatkan lubang-lubang besar ini jadi kolam lele. Dari pada hanya menggenang, bisa sekalian jadi usaha,” ujar K.
K juga menambahkan bahwa harga ikan lele di pasaran cukup stabil dan bisa menjadi peluang tambahan ekonomi bagi masyarakat.
“Harga lele sekarang bagus, sekitar Rp 22 ribu sampai Rp 25 ribu per kilogram. Kalau pemerintah bantu modal, masyarakat bisa memulai budidaya dan ada pemasukan sambil menunggu jalan diperbaiki,” katanya.
Selain meminta modal usaha, warga Pondok Batu juga mengeluhkan kondisi lingkungan di sekitar wilayah tersebut. Di sepanjang arah Pondok Batu terdapat sejumlah perusahaan (PT), dan menurut warga, salah satu perusahaan diduga mengeluarkan bau ikan busuk yang menyengat hampir setiap hari.
“Setiap hari kami mencium bau ikan busuk dari salah satu perusahaan di sekitar sini. Bau itu sangat mengganggu. Jalan rusak iya, bau tak sedap juga kami alami,” ujar K lagi.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah segera turun ke lapangan untuk:
1. Meninjau kerusakan jalan,
2. Memberikan solusi terhadap keluhan bau, dan
3. Mendukung usaha produktif masyarakat melalui bantuan modal.
Masyarakat Pondok Batu menegaskan bahwa aspirasi mereka bukan sekadar kritik, tetapi bentuk harapan agar pemerintah lebih cepat dalam menangani persoalan infrastruktur dan lingkungan di wilayah tersebut,tutupnya.
(Hasanuddingulo)







