Daerah

Mekanisme Pengelolaan ALSINTAN Kabupaten Lumajang 

7
×

Mekanisme Pengelolaan ALSINTAN Kabupaten Lumajang 

Sebarkan artikel ini
Mekanisme Pengelolaan ALSINTAN Kabupaten Lumajang 
oplus_256

Mekanisme Pengelolaan ALSINTAN Kabupaten Lumajang

 

Lumajang,kabarnusa24 Com.Rabu,19/11/2025.Kepala dinas ketahanan pangan dan pertanian kabupaten Lumajang Ir.Retno Wulan Andari ,M.Si menyampaikan bantuan alsintan oleh pemerintah ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan para petani. Untuk itu kepada para Kelompok tani yang mendapatkan bantuan alsintan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kelompoknya.Acara ini berlangsung di gedung PKS,Jalan Sukarno -Hatta, Kecamatan Sukodono, Lumajang Jawa Timur .Peserta yang di undang sebanyak 160.

Retno mewanti- wanti jangan sampai ada lagi Ketua Kelompok yang mengakui bahwa alsintan yang diperoleh secara gratis dari pemerintah adalah miliknya dan lebih- lebih dijual.

Harga dengan swasta harus di samakan Para penyuluh atau koordinator agar memberi penyuluhan agar transparan dari masing-masing kelompok. Mengantisipasi kelompoknya kehati-hatian menjaga amanah,”ungkap Retno

“Alsintan dimanfaatkan secara bergiliran dan itu harus dirawat dengan baik. Kelompok yang bisa mengelola bantuan dengan baik . Terkait pengoptimalan bantuan alsintan di lapangan,kami akan mengawasi dan mengevaluasi.

Retno menambahkan ketika pengelolaan alsintan baik akan berdampak pada peningkatan produktifitas para petani. Jika ada yang kurang maksimal dalam pemanfaatan bantuan, pihaknya akan memberikan arahan agar kelompok tani itu bisa memperbaikinya.

“Terhadap alat yang kurang optimal mungkin bisa diberdayakan untuk kelompok lain. Terhadap yang bagus kekurangannya apa , apakah jumlah atau kualitas alatnya disitulah seharusnya diusulkan tambahan ,harapannya kemampuan produksi bisa meningkat, ” tuturnya.

Ia mengharapkan dalam pengelolaan alsintan tersebut harus ada biaya operasional. Mengingat alsintan butuh Bahan Bakar dan tenaga kerja atau operator serta perawatan mesin agar tahan lama.

Kelompok tani mengaku senang mendapat bantuan traktor . Traktor tersebut sangat dibutuhkan guna efektifitas dan efisiensi penggarapan.

Ia menyebut ketika ada anggota kelompoknya memakai traktor itu maka tidak ada biaya sewa atau gratis. Mereka hanya mengeluarkan biaya untuk BBM dan upah bagi operator traktor.“Kalau anggota kelompok cuma- cuma, hanya ngasih bahan bakar,”jelasnya.

“Sedangkan petani dari luar kelompok Tani yang ingin menggunakan akan dikenakan biaya sewa. Mengingat traktor membutuhkan biaya perawatan,”jelasnya.

Retna juga menambahkan agar supaya Penyuluh pertanian harus lebih profesional, adaptif, dan kompeten dalam pendampingan petani. Hal ini mencakup peningkatan kemampuan dalam menguasai teknologi digital, menjadi fasilitator dan problem-solver yang mampu menjembatani petani dengan inovasi, serta membimbing administrasi dalam kelompok agar transparansi,”jelas Retno.Kita harus berbangga karena negara kita sudah swasembada pangan,ini harus di pertahankan,”tegas Retno (D.S)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin