PALU –Kabarnusa24.com) Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazry Penarik, menghadiri Festival Tende Cerita Kedua “Patende Akbar” yang diselenggarakan di Sriti Convention Center Hall, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (22/11/2025). Kehadiran orang nomor satu di Kota Sibolga ini semakin menambah kehormatan bagi pelaksanaan festival budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Sulawesi Tengah.
Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia, Supratman Andi Atas, Wakil Ketua MPR RI, Muhammad Akbar Supratman, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasco Ruseimy, serta Tokoh Masyarakat Sibolga–Tapanuli Tengah, Bakhtiar Ahmad Sibarani. Kehadiran para pejabat dan tokoh ini menunjukkan besarnya perhatian terhadap upaya pelestarian kebudayaan daerah sebagai bagian dari identitas bangsa.
Festival Tende: Ruang Pelestarian Tradisi Lembah Palu
Festival Tende merupakan agenda kebudayaan yang bertujuan menghidupkan kembali tradisi tende, sebuah bentuk komunikasi lisan yang telah diwariskan turun-temurun oleh masyarakat di Lembah Palu dan wilayah Sulawesi Tengah. Tradisi ini dikenal dengan penggunaan bahasa yang lembut, penuh penghormatan, serta sarat makna tentang tata krama dan hubungan sosial.
Sebagai salah satu kekayaan budaya lokal, tende tidak hanya menggambarkan kearifan masyarakat, tetapi juga menyimpan nilai-nilai edukatif yang dapat diterapkan generasi masa kini, terutama dalam membangun karakter, etika komunikasi, serta kesadaran akan pentingnya warisan budaya.
Melalui festival ini, panitia berupaya menjadikan tende lebih dari sekadar tradisi lama, melainkan sebuah ruang ekspresi kreatif yang dapat dinikmati generasi muda. Berbagai kegiatan seperti pertunjukan, pembacaan tende, diskusi budaya, hingga kolaborasi seni ditampilkan secara modern tanpa meninggalkan esensi tradisinya.
Wali Kota Sibolga Apresiasi Upaya Pelestarian Budaya
Dalam sambutannya, Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazry Penarik, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pemerintah daerah Sulawesi Tengah serta seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan Festival Tende. Menurutnya, pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab daerah tertentu, tetapi merupakan bagian dari komitmen bersama sebagai bangsa yang majemuk.
“Festival ini adalah bukti bahwa budaya dapat tetap hidup, menarik, dan relevan bagi generasi sekarang. Saya berharap kegiatan seperti ini terus dikembangkan, dikemas secara kreatif, dan melibatkan anak-anak muda agar warisan budaya kita tidak hanya dipertahankan, tetapi juga dicintai lintas generasi,” ujar Wali Kota.
Ia juga menambahkan bahwa interaksi budaya antar daerah akan memperkuat persatuan, memperluas wawasan masyarakat, serta membuka peluang kolaborasi dalam sektor seni, pariwisata, dan pendidikan.
Galang Kolaborasi Regional Lewat Budaya
Selain menghadiri acara seremonial, Wali Kota Sibolga turut melakukan dialog dengan sejumlah tokoh, pejabat, dan pelaku seni untuk membuka peluang kerja sama antardaerah, terutama dalam hal pengembangan program kebudayaan dan pemberdayaan generasi muda. Kolaborasi lintas wilayah ini diharapkan dapat memperkaya inovasi dan menjaga keberlanjutan budaya Nusantara.
Festival Tende Cerita Kedua “Patende Akbar” pun ditutup dengan penampilan seni yang melibatkan para seniman muda yang menampilkan interpretasi tende dalam bentuk yang lebih modern dan menarik, menandai komitmen bersama untuk menjaga tradisi tetap relevan di era digital,tutupnya.
(Hasanuddingulo)







