Sibolga, 5 Februari 2026 –Kabarnusa24.com) Menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Wakil Pimpinan DPRD Kota Sibolga, Haji Jamil Zeb Tumori, menginisiasi kegiatan ziarah kubur dan gotong royong massal untuk membersihkan sejumlah area pemakaman muslim di Kota Sibolga.
Kegiatan sosial dan keagamaan tersebut dijadwalkan berlangsung pada minggu, 8 Februari 2026, mulai pukul 07.30 WIB, dengan lokasi pelaksanaan di pemakaman Gunung Gadang, serta Tempat Pemakaman Muslim Ujung Sibolga.
Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian sosial masyarakat sekaligus persiapan spiritual dalam menyambut Ramadan, agar lingkungan pemakaman lebih bersih, tertata, dan nyaman bagi para peziarah.
Haji Jamil Zeb Tumori menegaskan bahwa ziarah kubur menjelang Ramadan merupakan tradisi keagamaan yang sarat makna, sebagai momen mendoakan keluarga yang telah wafat sekaligus mengingatkan diri akan pentingnya meningkatkan amal ibadah.
Menurutnya, kegiatan gotong royong tidak hanya berorientasi pada kebersihan fisik, tetapi juga mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan antarwarga di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Kita ingin sebelum Ramadan dan Idulfitri tiba, seluruh area makam sudah bersih dan rapi. Selain berziarah dan berdoa, kita juga menunjukkan kepedulian nyata melalui kerja bakti bersama,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat membawa perlengkapan kerja bakti seperti parang, cangkul, sabit, dan alat kebersihan lainnya agar proses pembersihan berjalan efektif dan menyeluruh.
Kegiatan ini diharapkan memberikan kenyamanan bagi masyarakat, khususnya keluarga yang datang dari luar kota untuk berziarah menjelang Lebaran, sehingga area pemakaman terlihat lebih terawat.
Lebih jauh, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat nilai gotong royong, solidaritas sosial, serta semangat menjaga kebersihan yang sejalan dengan ajaran Islam bahwa kebersihan merupakan bagian dari iman.
Melalui kegiatan bersama ini, seluruh elemen masyarakat Sibolga diharapkan dapat berpartisipasi aktif, sehingga tradisi ziarah dan kerja bakti terus terjaga serta Ramadan dapat disambut dengan hati yang bersih, lingkungan yang bersih, dan ukhuwah yang semakin kuat,tutupnya.
(Hasanuddingulo)









