DaerahPeristiwa

Kurangnya Pengawasan Proyek Normalisasi Sungai Cimanuk, Pancang Penahan Tanggul Miring dan Amblas Meski Proyek Baru Berjalan

8
×

Kurangnya Pengawasan Proyek Normalisasi Sungai Cimanuk, Pancang Penahan Tanggul Miring dan Amblas Meski Proyek Baru Berjalan

Sebarkan artikel ini
Kurangnya Pengawasan Proyek Normalisasi Sungai Cimanuk, Pancang Penahan Tanggul Miring dan Amblas Meski Proyek Baru Berjalan

 

Indramayu, Kabarnusa24.com

Proyek normalisasi Sungai Cimanuk kembali menuai sorotan publik. Pekerjaan yang dibiayai anggaran negara dan ditujukan sebagai upaya pengendalian banjir tersebut diduga menunjukkan persoalan teknis di lapangan. Pasalnya, di sejumlah titik pekerjaan ditemukan kondisi paku alam atau pancang penahan tanggul dalam keadaan miring bahkan amblas, meskipun proyek baru berjalan beberapa minggu.

Temuan tersebut memicu kekhawatiran masyarakat, mengingat fungsi utama pancang penahan tanggul adalah memperkuat struktur bantaran sungai. Apabila pada tahap awal pelaksanaan saja sudah terjadi pergeseran dan penurunan struktur, maka ketahanan tanggul dalam jangka panjang patut dipertanyakan, terutama saat debit Sungai Cimanuk meningkat pada musim hujan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, PT Wijaya Karya (WIKA) diketahui sebagai kontraktor pelaksana pada sejumlah segmen pekerjaan normalisasi Sungai Cimanuk. Sementara itu, pengawasan proyek berada di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Di wilayah Kabupaten Indramayu, nama Ain Sholihin disebut sebagai salah satu pihak pengawas kegiatan.

Namun hingga berita ini diturunkan, Ain Sholihin belum memberikan keterangan resmi meski telah dikonfirmasi awak media melalui pesan WhatsApp terkait kondisi pancang penahan tanggul yang miring dan amblas. Belum adanya penjelasan dari pihak pengawas semakin memunculkan pertanyaan publik mengenai efektivitas pengawasan mutu konstruksi di lapangan.

Upaya konfirmasi juga dilakukan langsung di lokasi proyek. Akan tetapi, Ali selaku pelaksana lapangan dari PT WIKA tidak berada di tempat, sehingga belum diperoleh penjelasan mengenai penyebab terjadinya pergeseran pancang maupun langkah perbaikan yang akan dilakukan. 7/2/2026

Secara teknis, pergeseran dan amblasnya pancang penahan tanggul dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain kondisi tanah bantaran yang labil atau jenuh air, debit sungai yang melampaui perhitungan awal, hingga kemungkinan ketidaksesuaian metode pelaksanaan dengan spesifikasi teknis. Dalam proyek strategis seperti normalisasi sungai, potensi risiko tersebut seharusnya dapat diantisipasi melalui perencanaan yang matang dan pengawasan yang ketat.

Dalam praktik pekerjaan penguatan bantaran sungai, setiap indikasi kegagalan struktur wajib ditindaklanjuti dengan evaluasi teknis menyeluruh oleh kontraktor bersama pemilik proyek, yakni Balai Wilayah Sungai (BWS) Cimanuk. Tindakan korektif dapat berupa pembongkaran ulang, penguatan fondasi, penambahan pancang, atau penyesuaian desain konstruksi sesuai kondisi eksisting di lapangan.

Masyarakat mendesak agar pihak berwenang tidak hanya melakukan perbaikan fisik, tetapi juga menyampaikan secara terbuka hasil evaluasi teknis proyek. Normalisasi Sungai Cimanuk diharapkan benar-benar menjadi solusi pengendalian banjir, bukan justru menimbulkan persoalan baru yang berpotensi mengancam keselamatan warga di sepanjang bantaran sungai.

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin