TAPANULI TENGAH, –KABARNUSA24.COM) Program nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mendapat apresiasi dari Duta Lingkungan Indonesia asal Sumatera Utara, Erik Pasaribu. Program tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan tertata.
Pada Senin, 9 Februari 2026, Erik Pasaribu menyampaikan dukungannya terhadap gerakan nasional tersebut dan menilai program Indonesia ASRI merupakan kebijakan yang relevan dalam menjawab berbagai persoalan lingkungan di daerah. Sementara itu, gerakan Indonesia ASRI sendiri secara resmi diluncurkan Presiden Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul, Jawa Barat, pada 2 Februari 2026.
Erik Pasaribu menilai kebijakan tersebut merupakan langkah konkret dalam menjawab berbagai persoalan lingkungan yang selama ini menjadi perhatian masyarakat, termasuk permasalahan sampah, keberadaan baliho liar, serta jaringan kabel yang tidak tertata.
“Apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden Prabowo Subianto atas gagasan Indonesia ASRI. Program ini menyentuh persoalan mendasar yang selama ini menjadi keluhan masyarakat. Penataan lingkungan yang baik akan meningkatkan kenyamanan, kualitas hidup masyarakat, serta mendukung pengembangan sektor pariwisata,” ujar Erik.
Sebagai putra daerah, Erik menaruh perhatian khusus terhadap kondisi lingkungan di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Ia menilai persoalan pengelolaan sampah di daerah tersebut masih menjadi tantangan serius yang memerlukan langkah penanganan secara sistematis dan berkelanjutan.
Erik berharap Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah di bawah kepemimpinan Bupati Masinton Pasaribu dapat segera mengadopsi dan mengimplementasikan program Indonesia ASRI hingga ke tingkat desa. Menurutnya, penerapan program tersebut akan memberikan dampak positif bagi kebersihan lingkungan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia menilai terdapat beberapa langkah strategis yang dapat dilakukan pemerintah daerah, di antaranya meningkatkan sistem pengelolaan sampah agar lebih efektif guna mengurangi penumpukan sampah di kawasan permukiman dan pasar, melakukan penataan ruang publik melalui penertiban baliho liar serta perapian jaringan kabel, serta mengembangkan konsep pariwisata berbasis lingkungan bersih dan tertata.
“Saya berharap kepada Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, agar program Indonesia ASRI ini dapat diimplementasikan secara nyata dan berkelanjutan hingga ke desa-desa. Kita ingin Tapanuli Tengah menjadi daerah yang bersih, sehat, dan indah,” tegas Erik.
Selain mendorong aksi nyata di tingkat daerah, Erik juga mendukung kebijakan pemerintah pusat dalam pengembangan teknologi pengelolaan sampah melalui pembangunan 34 proyek Waste to Energy atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah di berbagai kota di Indonesia. Program tersebut dinilai menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi penumpukan sampah sekaligus menghasilkan energi terbarukan.
Menurut Erik, pemanfaatan teknologi pengolahan sampah menjadi energi merupakan langkah maju dalam pengelolaan lingkungan modern. Selain menyelesaikan persoalan sampah, kebijakan tersebut juga dinilai mampu memberikan manfaat ekonomi serta mendukung ketahanan energi nasional.
Gerakan Indonesia ASRI sendiri bertujuan menciptakan lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan tertata melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta partisipasi aktif masyarakat. Program ini diharapkan menjadi gerakan nasional yang berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia,tutupnya.
(Hasanuddingulo)







