Berita

Jembatan Rusak Dibiarkan, Warga Si Bio-Bio Sentil Bupati: Jago Seremonial, Janji Palsu dan Pencitraan

117
×

Jembatan Rusak Dibiarkan, Warga Si Bio-Bio Sentil Bupati: Jago Seremonial, Janji Palsu dan Pencitraan

Sebarkan artikel ini
Jembatan Rusak Dibiarkan, Warga Si Bio-Bio Sentil Bupati: Jago Seremonial, Janji Palsu dan Pencitraan

Kabarnusa24.com)Kondisi jembatan rusak di Desa Si Bio-Bio, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, memicu kekecewaan dan kemarahan masyarakat. Hingga saat ini jembatan yang menjadi akses utama keluar masuk desa tersebut belum juga diperbaiki oleh pemerintah daerah, sehingga warga terpaksa membangun jembatan darurat secara swadaya agar aktivitas mereka tetap berjalan.

Jembatan tersebut merupakan jalur vital bagi masyarakat untuk bekerja, bersekolah, hingga membawa hasil pertanian ke pasar. Namun karena kerusakan yang cukup parah dan tak kunjung diperbaiki, warga harus bergotong royong membuat jembatan darurat dengan peralatan seadanya agar desa mereka tidak terisolasi.

Pada Selasa (10 Maret 2026), salah seorang warga yang meminta identitasnya disamarkan dengan inisial MZ melontarkan kritik keras terhadap Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah yang dinilai lamban dan tidak peka terhadap kondisi masyarakat.

Menurut MZ, kondisi jembatan darurat yang dibangun masyarakat sangat berbahaya, apalagi setiap sore wilayah tersebut sering diguyur hujan deras yang dapat memperparah kerusakan dan sewaktu-waktu menghanyutkan jembatan sementara tersebut.

“Kami terpaksa membangun jembatan sendiri agar bisa melintas. Kalau menunggu pemerintah daerah, sampai sekarang belum ada tindakan nyata. Padahal ini akses utama masyarakat,” ujar MZ dengan nada kecewa.

Ia juga mempertanyakan keberadaan dan kepedulian Bupati Tapanuli Tengah ketika masyarakat sangat membutuhkan bantuan pembangunan jembatan permanen yang lebih aman.

Kritik yang lebih tajam juga disampaikan oleh warga lainnya berinisial HL. Ia menilai selama ini masyarakat lebih sering melihat kegiatan seremonial dibandingkan penyelesaian masalah nyata yang dihadapi warga di lapangan.

“Jangan hanya pandai berjanji saat pemilu. Sekarang masyarakat butuh bukti nyata. Jangan sampai pemimpin hanya jago seremonial, pencitraan, dan janji-janji yang tidak pernah ditepati,” tegas HL.

HL juga menilai jabatan seorang kepala daerah seharusnya digunakan untuk membangun dan memperbaiki fasilitas yang dibutuhkan masyarakat, bukan sekadar tampil di berbagai acara tanpa menyentuh persoalan dasar warga.

Menurut warga, kerusakan jembatan tersebut sudah cukup lama terjadi dan sangat mengganggu kehidupan masyarakat. Bahkan dalam kondisi tertentu, warga harus mempertaruhkan keselamatan mereka saat melintasi jembatan darurat tersebut.

Masyarakat Desa Si Bio-Bio berharap pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah segera turun langsung melihat kondisi di lapangan dan mengambil langkah nyata untuk membangun jembatan permanen. Warga menegaskan bahwa kritik keras yang mereka sampaikan merupakan bentuk kekecewaan terhadap pemimpin yang dinilai lebih banyak melakukan pencitraan dibandingkan menyelesaikan persoalan nyata masyarakat,tutupnya.

(Hasanuddingulo)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin