Indramayu, Kabarnusa24.com
Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi memprihatinkan sejumlah pekerja asal Indramayu yang terlantar di Merauke, Papua. Salah satunya adalah Catu Wijaya, warga Desa Rajasinga, Kecamatan Terisi, yang bersama delapan rekannya mengaku mengalami kesulitan setelah bekerja di proyek pembangunan barak TNI Yonif TP 818 di wilayah Sermayam.
Mereka berangkat dengan harapan memperoleh penghasilan yang layak. Namun, realitas di lapangan tidak sesuai dengan kesepakatan awal. Para pekerja mengaku jam lembur yang dijanjikan tidak diberikan secara penuh, sementara pembayaran upah dilakukan secara bertahap sehingga tidak mencukupi kebutuhan mereka.
Kondisi tersebut membuat mereka kini tidak memiliki biaya untuk kembali ke kampung halaman di Indramayu. Dalam video yang beredar, Catu Wijaya mewakili rekan-rekannya menyampaikan permohonan bantuan kepada pemerintah daerah.
“Kami ingin pulang, tapi tidak punya ongkos,” ujarnya.
Mereka berharap perhatian dari Bupati Indramayu, Gubernur Jawa Barat, serta pihak terkait lainnya untuk membantu memfasilitasi kepulangan mereka agar dapat kembali berkumpul bersama keluarga.
Informasi ini pun diharapkan dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang guna memastikan keselamatan dan hak-hak para pekerja terpenuhi.
Sumber: Indramayu Post.com







