Daerah

PKS Lumajang Perkuat Pembinaan Kader dan UMKM Melalui Workshop TFT

7
×

PKS Lumajang Perkuat Pembinaan Kader dan UMKM Melalui Workshop TFT

Sebarkan artikel ini
PKS Lumajang Perkuat Pembinaan Kader dan UMKM Melalui Workshop TFT
oplus_1026

PKS Lumajang Perkuat Pembinaan Kader dan UMKM Melalui Workshop TFT

 

LUMAJANG, kabarnusa24.Com.Sabtu,6/6/2026– Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PKS, Drs. H. M. Khusnul Khuluk, menegaskan bahwa kegiatan Workshop Training for Trainer (TFT) yang digelar di Kabupaten Lumajang merupakan bagian dari upaya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam memperkuat rekrutmen, pembinaan, dan pemberdayaan kader secara Kegiatan ini berlangsung di gedung PKS,Jalan Sukarno -Hatta, kecamatan Sukodono Lumajang.Diikuti oleh kader, anak ranting dan simpatisan.

 

 

Menurut Khusnul Khuluk, setiap anggota PKS memiliki hak untuk mendapatkan pembinaan yang mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari wawasan kebangsaan, keagamaan, sosial, hingga kewirausahaan.

 

“Di PKS ada pembinaan yang dilakukan secara pekanan dan bulanan. Materinya beragam, mulai dari kebangsaan, keagamaan, sosial, hingga pengembangan usaha dan ekonomi,” ujar Khusnul Khuluk saat memberikan keterangan dalam Workshop TFT yang diikuti para pembina dari seluruh wilayah Kabupaten Lumajang.

 

Ia menjelaskan, program pembinaan tidak hanya diperuntukkan bagi kader yang telah menjadi anggota partai, tetapi juga terbuka bagi masyarakat yang ingin mengenal PKS lebih dekat. Sasaran utama pembinaan tersebut meliputi pengurus tingkat ranting, saksi partai, relawan, serta masyarakat umum.

 

“Kami ingin mereka merasa mendapatkan perhatian dari partai, bukan hanya ketika menjelang pemilu. Pembinaan dilakukan secara rutin agar kader maupun masyarakat tidak merasa ditinggalkan,” katanya.

 

Dalam bidang ekonomi, PKS juga memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui komunitas dan jaringan pendampingan yang dimiliki, para pelaku usaha mendapatkan pelatihan mulai dari tahap perintisan usaha, pengembangan produk, hingga pemasaran.

 

Menurut Khusnul Khuluk, sebagian besar kader dan masyarakat binaan bergerak di sektor UMKM, terutama usaha makanan dan minuman. Karena itu, peningkatan kapasitas usaha menjadi salah satu fokus pembinaan.

 

“Anggota bebas memilih bidang usaha yang diminati. Kami membantu dari sisi peningkatan kualitas, mulai dari pengemasan, pemasaran, hingga pelatihan-pelatihan yang diperlukan,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, PKS juga mendorong generasi muda untuk memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana berwirausaha. Sejumlah pelatihan bisnis daring dan pemasaran digital pernah diselenggarakan guna meningkatkan kemampuan anak muda dalam memanfaatkan telepon pintar secara produktif.

 

“Anak-anak muda jangan hanya menggunakan ponsel untuk hiburan, tetapi juga untuk membangun usaha dan meningkatkan penghasilan,” katanya.

 

Khusnul Khuluk menegaskan bahwa PKS merupakan partai kader yang bekerja sepanjang waktu, tidak hanya menjelang pemilihan umum. Karena itu, proses rekrutmen, pembinaan, dan perawatan kader dilakukan secara terus-menerus.

 

Terkait dukungan terhadap pelaku usaha, ia menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan lebih banyak berupa pendampingan dan fasilitasi akses pelatihan. Salah satunya melalui kerja sama dengan dinas terkait yang menyelenggarakan pelatihan keterampilan bagi masyarakat.

 

“Beberapa kelompok binaan kami ikut pelatihan dari Dinas Koperasi, termasuk pelatihan pengolahan produk berbahan dasar pisang. Lumajang memiliki potensi besar sebagai sentra pisang yang bisa dikembangkan menjadi produk bernilai tambah,” ujarnya.

 

Ia juga mengakui bahwa saat ini penyaluran dana aspirasi masyarakat (jasmas) dan pokok-pokok pikiran (pokir) memiliki aturan yang lebih ketat sehingga tidak dapat disalurkan secara langsung kepada lembaga tertentu. Karena itu, pendekatan yang dilakukan lebih banyak melalui program pemberdayaan dan pelatihan.

 

Ke depan, Khusnul Khuluk berharap kader, pengurus, relawan, dan masyarakat binaan PKS dapat semakin mandiri secara ekonomi di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi saat ini.

 

“Kami mendorong masyarakat memanfaatkan lahan di sekitar rumah untuk menanam sayuran dan kebutuhan pangan lainnya. Dengan begitu, sebagian kebutuhan sehari-hari dapat dipenuhi secara mandiri,” tuturnya.

 

Meski tidak ada suntikan modal langsung dari partai, PKS berupaya membangun semangat gotong royong antaranggota untuk saling membantu permodalan usaha. Selain itu, pelaku UMKM juga diarahkan untuk memanfaatkan berbagai fasilitas pembiayaan yang tersedia melalui lembaga perbankan.

 

“Harapannya, kader dan masyarakat binaan PKS dapat bangkit secara ekonomi, lebih mandiri, dan mampu menghadapi berbagai tantangan ekonomi yang ada saat ini,” pungkasnya.(D.S)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin