Indramayu, kabarnusa24.com
Polsek Widasari, Polres Indramayu, Polda Jawa Barat mengamankan 10 pelajar yang kedapatan nongkrong di sebuah warung saat jam pelajaran sekolah di Desa Bangkaloa Ilir, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu, Kamis (23/7/2026).
Penertiban dilakukan setelah polisi menerima laporan dari masyarakat yang merasa resah karena sekelompok pelajar berkumpul di warung pada saat kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung. Keberadaan mereka dinilai mengganggu ketertiban lingkungan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, anggota piket Polsek Widasari langsung mendatangi lokasi sekitar pukul 09.40 WIB. Di lokasi, petugas mendapati 10 pelajar yang seharusnya berada di sekolah justru sedang berada di warung.
Dari lokasi kejadian, petugas turut mengamankan sejumlah barang, yakni uang tunai sebesar Rp45.000, 10 lembar kartu remi, dua bungkus bubuk kratom, lima gelas minuman merek Panter, enam unit sepeda motor, serta delapan unit telepon genggam milik para pelajar.
Selanjutnya, seluruh pelajar beserta barang-barang yang diamankan dibawa ke Mapolsek Widasari untuk menjalani pendataan, pembinaan, dan penanganan lebih lanjut sesuai prosedur.
Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang melalui Kapolsek Widasari AKP Suprapto mengatakan, penertiban tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat sekaligus upaya preventif kepolisian dalam mencegah kenakalan remaja.
Menurutnya, langkah yang dilakukan lebih mengedepankan pendekatan edukatif dan pembinaan agar para pelajar menyadari pentingnya mengikuti kegiatan belajar di sekolah serta menjauhi perilaku yang berpotensi melanggar hukum.
“Kami merespons cepat setiap laporan masyarakat. Terhadap para pelajar ini kami melakukan pendataan dan pembinaan dengan melibatkan pihak sekolah serta orang tua masing-masing agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” ujar AKP Suprapto.
Ia menambahkan, pengawasan terhadap anak usia sekolah merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan kepolisian. Sinergi seluruh pihak dinilai sangat penting untuk melindungi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif dan mendorong mereka tetap fokus pada pendidikan.







