STIH Jenderal Sudirman Lumajang Gelar Seminar Nasional, Tegaskan Pentingnya Membangun Generasi Penegak Hukum Berintegritas
LUMAJANG,kabarnusa24.com.Senin,3/8/2026– Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak generasi penegak hukum yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berintegritas. Di tengah masih maraknya praktik korupsi dan penyimpangan hukum, pendidikan karakter dinilai menjadi fondasi utama dalam mewujudkan supremasi hukum di Indonesia.
Pesan tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional yang diselenggarakan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Jenderal Sudirman Lumajang. Seminar ini menghadirkan akademisi, praktisi hukum, serta perwakilan pemerintah untuk membahas penguatan budaya hukum dan pencegahan korupsi melalui dunia pendidikan.
Ketua STIH Jenderal Sudirman Lumajang, Dr. Jati Nugroho, S.H.M.Hum,.mengatakan seminar tersebut menjadi bagian dari komitmen kampus dalam memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus membangun budaya integritas di lingkungan akademik.
Menurut Jati, pengembangan perguruan tinggi tidak hanya bertumpu pada peningkatan kualitas pembelajaran, tetapi juga harus didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten, dosen yang profesional, tata kelola keuangan yang baik, serta dukungan hibah pendidikan.
“Kami berharap pada 2026 pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, semakin meningkat. Target berikutnya, pada 2027 STIH Jenderal Sudirman Lumajang dapat membuka Program Magister (S2) Ilmu Hukum sebagai bagian dari pengembangan institusi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pemberantasan korupsi harus dimulai dari pembentukan karakter generasi muda. Menurutnya, berbagai bentuk ketidakjujuran yang dianggap sepele, seperti manipulasi tugas maupun mencari jalan pintas tanpa usaha, merupakan bibit lahirnya perilaku koruptif.
“Korupsi tidak akan mudah diberantas apabila budaya tidak jujur masih dianggap hal yang biasa. Pendidikan hukum tidak boleh berhenti pada teori, tetapi harus diwujudkan dalam praktik nyata sehingga mahasiswa mampu menjadi agen perubahan yang menjunjung tinggi integritas,” kata Jati.
Ia menambahkan, penegakan hukum membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Mahasiswa sebagai calon penegak hukum memiliki tanggung jawab besar untuk menghadirkan keadilan di tengah masyarakat.
Sementara itu, perwakilan Biro Hukum Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Dyah Ismi Afifah, S.H., mengapresiasi penyelenggaraan seminar tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini memberikan manfaat nyata dalam memperkuat upaya pencegahan pelanggaran hukum melalui dunia pendidikan.
“Kami dari Biro Hukum, khususnya bidang pencegahan, dapat memetik banyak output positif dari seminar ini. Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membangun budaya sadar hukum dan memperkuat integritas generasi muda,” ujarnya.
Melalui seminar nasional ini, STIH Jenderal Sudirman Lumajang berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat terus diperkuat guna melahirkan lulusan hukum yang profesional, berintegritas, serta mampu menjadi garda terdepan dalam penegakan hukum di Indonesia.(D.S)







