Berita

UMKM 28 Resmi Diluncurkan, Tommy Subagja Usung Cepot Jadi Ikon Ekonomi Kreatif

6
×

UMKM 28 Resmi Diluncurkan, Tommy Subagja Usung Cepot Jadi Ikon Ekonomi Kreatif

Sebarkan artikel ini
UMKM 28 Resmi Diluncurkan, Tommy Subagja Usung Cepot Jadi Ikon Ekonomi Kreatif

Kabarnusa24.com

BANDUNG – Ketua Umum Paguyuban Cepot Motah, Tommy Subagja, resmi meluncurkan UMKM 28 sebagai wadah pemberdayaan ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Peresmian tersebut dilaksanakan di sela-sela Pelantikan Pengurus Pusat BBC Periode 2026–2031 yang berlangsung di Hotel Horison, Kota Bandung, Minggu (2/8/2026).

UMKM 28 Resmi Diluncurkan, Tommy Subagja Usung Cepot Jadi Ikon Ekonomi Kreatif

Peluncuran UMKM 28 menjadi bentuk nyata komitmen Paguyuban Cepot Motah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pengembangan sektor UMKM. Organisasi ini dibentuk untuk menghimpun para pelaku usaha, khususnya anggota paguyuban, agar mampu berkembang bersama melalui inovasi produk, peningkatan kualitas, serta penguatan jaringan pemasaran.

 

Ketua Umum Paguyuban Cepot Motah, Tommy Subagja, mengatakan UMKM 28 hadir untuk menciptakan pelaku usaha yang lebih mandiri, kompetitif, dan siap menghadapi persaingan di industri kuliner yang terus berkembang.

 

“Kami ingin Cepot tidak hanya dikenal sebagai tokoh budaya Sunda, tetapi juga menjadi simbol semangat kebangkitan ekonomi masyarakat yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing,” ujar Tommy kepada awak media.

 

Pada tahap awal, UMKM 28 mengembangkan sejumlah produk kuliner unggulan yang mengangkat cita rasa khas Jawa Barat. Produk tersebut antara lain Cilok Cepot dengan tekstur kenyal, isian daging, dan bumbu kacang khas, serta Seblak Cepot yang menawarkan sensasi pedas dengan aroma kencur dan beragam pilihan topping.

 

Selain dua produk utama tersebut, UMKM 28 juga menghadirkan aneka makanan ringan serta minuman kekinian yang diproduksi secara higienis dengan kemasan modern untuk meningkatkan daya tarik di pasaran.

 

Tidak berhenti pada pengembangan produk, UMKM 28 juga menyiapkan berbagai program pembinaan bagi para anggotanya. Program tersebut meliputi pelatihan manajemen usaha, pengelolaan keuangan, strategi pemasaran digital, peningkatan standar kualitas dan kebersihan produk, hingga perluasan akses pemasaran melalui jaringan offline maupun platform digital.

 

Melalui berbagai langkah tersebut, Paguyuban Cepot Motah optimistis UMKM 28 dapat menjadi motor penggerak lahirnya pelaku usaha yang lebih profesional, mampu naik kelas, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Di saat yang sama, inisiatif ini juga diharapkan semakin memperkenalkan sekaligus melestarikan kekayaan kuliner Nusantara, khususnya kuliner khas Jawa Barat, kepada masyarakat yang lebih luas.

(Jaka)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin