Indramayu, kabarnusa24.com
Harapan baru mulai muncul bagi para petani di Jawa Barat setelah musim kemarau panjang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan di wilayah Jawa Barat mulai datang pada pekan ketiga Oktober 2026.
Seiring dengan prediksi tersebut, petani mulai bersiap menghadapi musim tanam. Selain ketersediaan air, pasokan pupuk menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung kelancaran kegiatan pertanian.
PT Pupuk Kujang Cikampek memastikan stok pupuk bersubsidi tetap tersedia guna memenuhi kebutuhan petani, termasuk di Kabupaten Indramayu yang menjadi salah satu daerah sentra pertanian di Jawa Barat.
Berdasarkan pendataan hingga 15 Oktober 2026, stok pupuk bersubsidi di Jawa Barat mencapai sekitar 98 ribu ton, yang terdiri atas pupuk urea dan NPK.
Sementara itu, stok pupuk urea bersubsidi di Kabupaten Indramayu tercatat mencapai 7.970 ton. Ketersediaan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan petani dalam menghadapi musim tanam mendatang.
VP Komunikasi Korporat Pupuk Kujang, R. Idho Pramana, mengatakan perusahaan terus menjaga keberlangsungan produksi dan kelancaran distribusi pupuk untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan petani saat musim tanam dimulai.
Upaya tersebut dilakukan agar pupuk bersubsidi dapat tersedia sesuai kebutuhan dan mendukung aktivitas pertanian di berbagai daerah.
Pupuk Kujang juga mengimbau petani agar menebus pupuk bersubsidi melalui kios resmi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Bagi petani Indramayu, datangnya musim hujan menjadi momentum penting untuk kembali mengolah lahan dan memulai penanaman. Ketersediaan air yang memadai serta pasokan pupuk yang terjaga diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas pertanian.
Dengan persiapan yang baik dan dukungan sarana produksi pertanian, para petani diharapkan dapat menjalani musim tanam dengan lancar serta memperoleh hasil panen yang lebih optimal.