Kabarnusa24.com
Badung, ||Kesehatan mental di lingkungan kerja dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam membangun organisasi yang sehat, produktif, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Ketua Komisi I DPRD Kota Bandung, Radea Respati Paramudhita, menekankan pentingnya kepemimpinan yang sehat, kepedulian terhadap sesama, serta penguatan karakter dalam menciptakan lingkungan kerja yang positif.
Menurut Radea, seorang pemimpin tidak cukup hanya mengenal nama maupun data administratif bawahannya. Pemimpin juga perlu memahami kondisi, motivasi, serta berbagai kendala yang dihadapi orang-orang yang berada dalam lingkup kepemimpinannya.
Pemahaman tersebut, kata dia, menjadi bagian penting dalam membangun hubungan kerja yang baik sekaligus menjaga stabilitas organisasi.
Dengan mengenali kondisi sejak dini, berbagai persoalan yang muncul di lingkungan kerja diharapkan dapat ditangani secara tepat.
“Kegiatan sosialisasi perlu memberikan manfaat nyata bagi peserta, baik dalam meningkatkan pemahaman maupun mendorong perubahan perilaku di lingkungan kerja dan masyarakat,” ujar Radea.
Ia juga mengingatkan bahwa sebelum membantu orang lain, setiap individu perlu memastikan dirinya berada dalam kondisi yang baik. Kesadaran terhadap diri sendiri dan kemampuan menjaga perilaku menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang sehat.
Selain aspek kesehatan mental, Radea menekankan pentingnya sikap, kesabaran dan profesionalitas, khususnya bagi mereka yang memiliki tanggung jawab terhadap masyarakat.
Menurutnya, jabatan merupakan amanah. Kepercayaan yang diberikan kepada seseorang harus diwujudkan melalui kinerja, tanggung jawab dan pengabdian.
DPRD Kota Bandung juga mendorong optimalisasi sumber daya manusia dalam pelayanan publik. Keterbatasan sumber daya, menurutnya, tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan kebutuhan masyarakat.
Di sisi lain, integritas harus tetap menjadi landasan dalam menjalankan tugas. Setiap individu di lingkungan organisasi diharapkan mampu menjaga perilaku dan tidak menyalahgunakan kewenangan untuk kepentingan pribadi.
“Kami berharap sikap tersebut dapat membangun lingkungan kerja yang lebih sehat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menumbuhkan kepercayaan dan hubungan yang baik antara pimpinan, pegawai, dan masyarakat,” pungkasnya.
(Jaka)