Nasional

Usulan Pemrov Banten ke Kemenhub Jangan Hanya Wacana di Kertas, Warga : Jalur Ganda KAI Rangkasbitung–Merak Harap Nyata Bukan Omon-omon

6
×

Usulan Pemrov Banten ke Kemenhub Jangan Hanya Wacana di Kertas, Warga : Jalur Ganda KAI Rangkasbitung–Merak Harap Nyata Bukan Omon-omon

Sebarkan artikel ini
Usulan Pemrov Banten ke Kemenhub Jangan Hanya Wacana di Kertas, Warga : Jalur Ganda KAI Rangkasbitung–Merak Harap Nyata Bukan Omon-omon
Foto : Ilustrasi/Darustation/Ist


JAKARTA, KABARNUSA24.COM
Warga asal Pandeglang Banten yang sehari-hari bertaruh nasib mencari nafkah di DKI Jakarta menaruh harapan besar terhadap rencana megaproyek transportasi massal di tanah kelahiran mereka.

Kaum komuter ini sangat mendesak agar wacana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten untuk bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait pembangunan jalur ganda (double track) dan elektrifikasi kereta api relasi Rangkasbitung–Merak segera diwujudkan.

Mereka berharap komitmen wacana yang digaungkan oleh jajaran eksekutif ini tidak berakhir menjadi sekadar janji manis atau “omon-omon” belaka di tengah peliknya mobilitas harian warga.

Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan hal tersebut saat membuka Focus Group Discussion di Kota Serang pada Jumat. “Ini merupakan upaya untuk menyampaikan kepada pemerintah pusat terkait kebutuhan transportasi publik, termasuk jalur ganda dan elektrifikasi lanjutan dari Rangkasbitung sampai Merak,” ujarnya.

Kebutuhan akan peningkatan kapasitas kereta api di koridor Banten bagian barat memang sudah tidak bisa ditunda lagi. Data menunjukkan jumlah penumpang KRL lintas Tanah Abang–Rangkasbitung mencapai 77,5 juta orang pada tahun 2025 dan diproyeksikan melonjak hingga 85 juta orang pada tahun 2026. Tingkat keterisian pada jam sibuk bahkan telah menyentuh angka 161 persen.

Bagi warga Pandeglang, Serang, Cilegon, hingga Merak yang bekerja di Jakarta, kondisi ini dirasakan langsung setiap harinya. “Kami berharap ini bukan sekadar omong kosong di awal masa jabatan. Kami butuh kepastian agar perjalanan pulang-pergi tidak lagi menyiksa,” ujar salah seorang warga Panimbang Pandeglang Banten saat ditemui wartawan di stasiun Rangkasbitung yang bekerja di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Jum’at (23/10/26)

Proyek elektrifikasi dan jalur ganda sepanjang jalur tersebut diperkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp1,29 triliun. Jika terealisasi, kapasitas layanan harian akan meningkat hampir dua kali lipat, dari 9.900 penumpang menjadi 18.000 penumpang per hari.

Pengembangan infrastruktur rel ini rencananya akan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama akan membangun jalur ganda dan elektrifikasi lintas Rangkasbitung–Serang, sebelum kemudian diteruskan menuju Cilegon hingga Pelabuhan Merak.

Hal tersebut Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, konektivitas yang lebih baik tidak hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih luas bagi daerah-daerah yang dilintasi jalur kereta tersebut.

Sejalan dengan rencana besar tersebut, Pemerintah Kota Serang juga berencana menghidupkan kembali Stasiun Cipocok Jaya. Langkah ini diambil untuk memperkuat keterhubungan antar moda transportasi lokal sekaligus memaksimalkan manfaat dari hadirnya layanan kereta yang lebih andal dan sering.

Meski berbagai rencana terdengar menjanjikan, masyarakat tetap berhati-hati dan menaruh harapan sekaligus pengawasan. “Kami ingin melihat pembangunan dimulai, bukan hanya peta dan janji-janji di media. Rakyat sudah terlalu lama menunggu perbaikan layanan kereta di wilayah kami,” tambah warga lainnya.

Penulis