Berita

Tampilkan Ikon Menara Suar dan Gerbang Asta Adipoday, IKSASS Rayon Sapudi Meriahkan Pawai Penyambutan Alumni Se-Nusantara

16
×

Tampilkan Ikon Menara Suar dan Gerbang Asta Adipoday, IKSASS Rayon Sapudi Meriahkan Pawai Penyambutan Alumni Se-Nusantara

Sebarkan artikel ini
Tampilkan Ikon Menara Suar dan Gerbang Asta Adipoday, IKSASS Rayon Sapudi Meriahkan Pawai Penyambutan Alumni Se-Nusantara

SITUBONDO, Kabarnusa24.Com – Semangat persaudaraan dan kecintaan terhadap almamater mewarnai pawai penyambutan alumni Ikatan Santri dan Alumni Salafiyah Syafi’iyah (IKSASS) se-Nusantara dalam rangka Haul Majemuk Masyayikh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, tahun 2026.

Dalam momentum penuh kebersamaan tersebut, Rayon IKSASS Sapudi turut ambil bagian dengan mempersembahkan simbol kebanggaan daerah berupa menara suar dan gerbang Asta Adipoday.

Kehadiran kedua simbol tersebut menjadi daya tarik tersendiri sekaligus membawa pesan tentang identitas, sejarah, dan kekayaan budaya Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Madura.

Pawai penyambutan ini diikuti oleh para alumni, wali santri, serta simpatisan yang turut larut dalam suasana kebersamaan.

Mereka hadir bukan sekadar untuk memeriahkan kegiatan, melainkan juga untuk mempererat tali silaturahmi dan meneguhkan kecintaan terhadap Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo.

Bagi keluarga besar IKSASS Rayon Sapudi, keikutsertaan dalam pawai tersebut menjadi wujud nyata semangat mahabbah atau kecintaan kepada para masyayikh Sukorejo, pesantren, dan perjuangan pendidikan Islam yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Simbol menara suar dan gerbang Asta Adipoday yang ditampilkan membawa makna tersendiri. Menara suar dapat dimaknai sebagai lambang penerang dan penunjuk arah yang berada di Desa Tarebung Kecamatan Gayam Kabupaten Sumenep, sedangkan gerbang Asta Adipoday merepresentasikan identitas sejarah dan kebanggaan masyarakat Sapudi yang berada di Desa Nyamplong Kecamatan Gayam Kabupaten Sumenep.

Melalui persembahan tersebut, IKSASS Rayon Sapudi ingin menunjukkan bahwa kecintaan terhadap pesantren dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga identitas, tradisi, dan kebudayaan daerah.

Ketua Rayon IKSASS Sapudi, Ustaz Mursidi Nur, menegaskan bahwa partisipasi dalam pawai penyambutan alumni IKSASS se-Nusantara merupakan momentum penting untuk memperkuat persaudaraan sekaligus memperkenalkan identitas Pulau Sapudi kepada keluarga besar pesantren dan halayak umum.

Menurutnya, Haul Majemuk Masyayikh bukan hanya menjadi ajang berkumpulnya para alumni, melainkan juga momentum untuk mengenang jasa para guru, mendoakan para masyayikh, serta melanjutkan perjuangan dan nilai-nilai pendidikan yang telah diwariskan.

“Bagi kami, pawai ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini merupakan bentuk kecintaan dan penghormatan kepada para masyayikh serta almamater Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo. Kami ingin menunjukkan bahwa alumni Sapudi memiliki semangat kebersamaan, tetap menjaga persaudaraan, dan bangga terhadap identitas daerahnya,” Ujar Ketua Iksass Sapudi Mursidi Nur.

Ia juga berharap momentum Haul Majemuk Masyayikh tahun 2026 dapat menjadi sarana mempererat hubungan ant alumni dari berbagai daerah, memperkuat ikatan batin dengan pesantren, serta menumbuhkan semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan agama.

Merawat Mahabbah, Melanjutkan Perjuangan
Pawai penyambutan alumni IKSASS se-Nusantara menjadi salah satu gambaran kuatnya ikatan emosional antara alumni dan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo.

Jarak geografis dan kesibukan masing-masing tidak menghalangi mereka untuk kembali berkumpul dalam satu ikatan persaudaraan.

Kehadiran alumni, wali santri, dan simpatisan dalam kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa pesantren tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang tumbuhnya persaudaraan, pengabdian, dan kecintaan yang terus terpelihara sepanjang masa.

Melalui persembahan menara suar dan gerbang Asta Adi poday, IKSASS Rayon Sapudi membawa pesan bahwa menjaga warisan para guru dan merawat identitas daerah merupakan bagian dari perjalanan pengabdian yang saling melengkapi.

Semangat tersebut sejalan dengan nilai perjuangan keluarga besar IKSASS: terus menjaga mahabbah kepada para masyayikh, mempererat persaudaraan ant alumni, dan melanjutkan pengabdian tanpa batas.

Haul Majemuk Masyayikh Sukorejo 2026 bukan sekadar momentum untuk kembali pulang, melainkan juga pengingat bahwa sejauh apa pun langkah alumni, ikatan batin dengan guru dan pesantren akan selalu menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup mereka

Penulis