Lumajang, kabarnusa24.Com.Minggu,27/7/2025.Ning Afifah mengatakan Perempuan yang berdaya akan melahirkan keluarga yang kuat. Dari sanalah fondasi peradaban daerah maupun bangsa dibangun,”ungkap Afifah
Pernyataan tersebut tidak hanya menjadi penegasan, tapi juga panggilan moral bahwa penguatan kapasitas perempuan, khususnya generasi muda harus menjadi agenda strategis dalam pembangunan daerah.
“Fatayat NU adalah kekuatan sunyi yang membentuk masa depan dari balik peran domestik dan sosial. Perempuan yang tumbuh dengan daya, ilmu, dan nilai akan melahirkan generasi yang tangguh dan bermartabat,” ujar Afifah,
Selanjutnya ketua Fatayat Propensi Jawa Timur Siti Maulida,,M Pd.mengungkapkan”Harla Fatayat ini kita mengusung tema “Organisasi Digdaya: Perempuan Berdaya dan Berkarya”, Harlah ini menjadi refleksi dan afirmasi bahwa perempuan bukan pelengkap, melainkan aktor penting dalam transformasi sosial. Kegiatan jalan sehat yang melibatkan ratusan peserta pun berlangsung semarak, penuh semangat dan kebersamaan.
Siti juga menegaskan bahwa Fatayat akan terus mendukung program-program pemberdayaan perempuan yang dicanangkan pemerintah daerah, khususnya dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi produktif, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan.
“Fatayat telah menunjukkan bagaimana perempuan mampu menjadi penjaga nilai, pendidik keluarga, sekaligus agen perubahan sosial di tengah masyarakat,” tambahnya.
Fatayat NU selama ini dikenal aktif dalam membangun ruang-ruang kolaborasi dan pelatihan berbasis komunitas perempuan. Di usia 75 tahun, organisasi ini semakin matang dan terbuka terhadap dinamika zaman, tanpa kehilangan jati dirinya sebagai bagian dari tradisi keagamaan dan kebangsaan.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat visi bersama: bahwa kemajuan bangsa dimulai dari rumah tangga yang kokoh, dari ibu-ibu yang tercerahkan, dan dari organisasi yang berkomitmen pada nilai.
Antusiasme peserta jalan sehat mencerminkan optimisme dan solidaritas kader Fatayat. Semangat mereka adalah gambaran wajah masa depan perempuan Indonesia yang tidak hanya bertahan, tapi mampu memimpin perubahan.
Peringatan Harlah Fatayat NU ke-75 di Lumajang menjadi pengingat, ketika perempuan diberdayakan, bukan hanya keluarga yang dikuatkan, tapi fondasi bangsa pun ditegakkan. (D.S)







