Bondowoso- Kabarnusa24.com
Dalam upaya memberantas peredaran rokok ilegal di wilayah Bondowoso, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bondowoso bersama Kantor Bea Cukai Jember kembali menggelar kegiatan sosialisasi dan edukasi tentang ketentuan cukai serta bahaya rokok ilegal, Rabu (5/11/2025).
Kegiatan ini menyasar dua wilayah, yakni Kecamatan Tamanan dan Kecamatan Jambesari Darus Sholah (DS). Sosialisasi dipimpin langsung oleh Plt. Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah (Gakda) Satpol PP Bondowoso, Nanang Dwi Haryanto, S.H., M.M.
Dalam pelaksanaan di lapangan, tim gabungan memberikan penyuluhan langsung kepada para pemilik toko dan pedagang eceran mengenai cara mengenali rokok ilegal, seperti produk tanpa pita cukai, menggunakan pita cukai palsu, atau menggunakan pita cukai yang tidak sesuai dengan jenis rokoknya.Ujarnya

Selain penyuluhan tatap muka, petugas juga melakukan penempelan stiker dan pembagian brosur yang berisi informasi tentang jenis-jenis rokok ilegal serta ancaman sanksi hukum bagi pelaku peredarannya.
Tujuannya agar masyarakat, terutama para pedagang, lebih memahami pentingnya mematuhi ketentuan cukai dan tidak memperjualbelikan produk ilegal.
Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak terlibat dalam peredaran rokok ilegal. Ini merupakan tanggung jawab bersama demi melindungi konsumen sekaligus menjaga penerimaan negara,” ujar Nanang Dwi Haryanto di sela kegiatan.
Ia menambahkan, kegiatan sosialisasi semacam ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai langkah preventif dan edukatif untuk menekan peredaran rokok ilegal di Kabupaten Bondowoso.
Program ini merupakan bagian dari sinergi antara Satpol PP Bondowoso dan Bea Cukai Jember dalam mendukung upaya nasional pemberantasan rokok ilegal serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya produk legal di sektor tembakau.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para pelaku usaha dari tingkat desa hingga kecamatan semakin paham, taat hukum, dan berperan aktif dalam menjaga ketertiban ekonomi daerah.







