TAPANULI TENGAH –Kabarnusa24.com) Warga Lingkungan AMD, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, digemparkan oleh aksi pembakaran sepeda motor oleh orang tak dikenal (OTK) pada Jumat malam (21/11/2025). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 22.45 WIB itu menimpa Tri Supriadi, seorang wartawan sekaligus kreator konten yang selama ini dikenal sering mengkritisi sejumlah persoalan publik, termasuk proyek pembangunan Kantor Bupati Tapteng yang disebut-sebut mangkrak.
Insiden tersebut terjadi begitu cepat. Sepeda motor milik Tri, yang terparkir di halaman rumahnya di Jalan Kolonel Bangun Siregar, tiba-tiba terlihat terbakar. Kobaran api dengan cepat membesar dan membuat warga sekitar keluar rumah secara spontan untuk melakukan pemadaman.
Warga Berhamburan, Api Diduga Disiram Bahan Bakar
Salah seorang warga yang pertama kali melihat kejadian menyebut api tampak menyala besar seolah berasal dari bahan bakar yang disiramkan terlebih dahulu. Warga kemudian berusaha memadamkan api dengan alat seadanya sebelum merembet ke bangunan rumah.
“Api langsung besar, seperti disiram bensin. Kami cepat-cepat bantu padamkan karena takut menjalar,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Meski api berhasil dipadamkan dalam beberapa menit, kondisi sepeda motor korban hangus dan nyaris tidak dapat diselamatkan.
Diduga Aksi Terencana — Mobil Putih Terlihat Melintas
Dugaan bahwa peristiwa ini merupakan aksi terencana semakin kuat setelah saksi mata melihat sebuah mobil berwarna putih melintas tak lama sebelum api muncul.
Menurut saksi, mobil tersebut melaju pelan di depan rumah korban, lalu tak lama setelahnya muncul kobaran api.
“Sebelum motor terbakar, ada mobil putih lewat. Tidak tahu siapa orangnya, tapi setelah itu api tiba-tiba besar,” ujarnya.
Hingga kini, identitas pelaku maupun pemilik mobil tersebut belum diketahui. Warga menduga aksi ini bukan peristiwa spontan melainkan penyerangan yang sudah direncanakan.
Korban Dikenal Kritis Mengangkat Isu Publik
Tri Supriadi selama ini dikenal aktif mengangkat berbagai persoalan publik di Tapanuli Tengah melalui liputan dan konten yang ia buat. Beberapa isu yang ia soroti antara lain dugaan proyek mangkrak, polemik pembangunan infrastruktur, dan kritik terhadap sejumlah kebijakan publik.
Karena aktivitasnya tersebut, sejumlah warga menduga peristiwa pembakaran motor itu memiliki kaitan dengan pekerjaannya sebagai jurnalis dan konten kreator.
Kendati demikian, dugaan tersebut belum dapat dipastikan tanpa penyelidikan resmi.
Tidak Lapor Polisi Karena Kondisi Keluarga
Walaupun menjadi korban dugaan aksi kriminal, Tri SupriAdi memilih untuk tidak membuat laporan resmi ke pihak kepolisian. Berdasarkan informasi yang dihimpun, keputusan itu diambil atas pertimbangan keluarga, terutama karena ibu mertuanya sedang sakit dan melarang Tri untuk melapor demi menghindari kegaduhan yang lebih besar.
“Bukan tidak mau diproses, tapi keluarga sedang dalam kondisi sensitif. Ibu mertua sedang sakit dan tidak ingin situasi makin berat,” ungkap Tri Supriadi,mengahiri.
(Hasanuddingulo)







