Berita

Warga Desak Kepala Daerah Akui Ketidakmampuan Tangani Bencana: “Nyawa Rakyat Lebih Penting dari Gengsi Jabatan!”

15
×

Warga Desak Kepala Daerah Akui Ketidakmampuan Tangani Bencana: “Nyawa Rakyat Lebih Penting dari Gengsi Jabatan!”

Sebarkan artikel ini
Warga Desak Kepala Daerah Akui Ketidakmampuan Tangani Bencana: “Nyawa Rakyat Lebih Penting dari Gengsi Jabatan!”

TAPTENG —Kabarnusa24.com) Di tengah bencana banjir dan longsor yang menelan korban jiwa dari hari ke hari, seorang warga menyampaikan pernyataan keras yang ditujukan kepada para kepala daerah yang dinilai gagal menjalankan tanggung jawab tanggap darurat. Warga tersebut menyebut bahwa sudah saatnya para pemimpin daerah berani mengakui ketidakmampuan, ketimbang terus menampilkan pencitraan tanpa tindakan nyata.Kamis4/12/2025)

“Kalau memang tidak sanggup, jangan pura-pura kuat. Angkat bendera putih! Akui bahwa daerah tidak mampu mengatasi situasi ini dan minta bantuan penuh dari Pemerintah Pusat. Nyawa rakyat jauh lebih penting daripada gengsi jabatan,” tegas warga itu.

Ia mengkritik keras pejabat yang datang ke lokasi bencana hanya untuk tampil di kamera, membuat konten, atau mengulang janji-janji manis tanpa membawa solusi apa pun.

“Sudah cukup! Jangan lagi datang membawa janji kampanye yang tidak pernah ditepati. Jangan cuma datang berfoto, naik mobil dinas, lalu pergi tanpa meninggalkan perubahan. Masyarakat tidak butuh panggung pencitraan. Masyarakat butuh tindakan nyata, hari ini, sekarang juga,” katanya dengan nada geram.

Warga tersebut menilai bahwa minimnya gerak cepat menyebabkan banyak warga masih terisolasi, kesulitan makanan, dan tidak mendapat bantuan medis.

“Setiap jam ada nyawa yang hilang. Yang mati bukan angka, itu manusia! Kalau pemerintah daerah masih sibuk jaga image, itu artinya mereka sudah lupa siapa yang mereka layani,” ujarnya.

Ia kembali menegaskan bahwa pemimpin sejati bukan yang menutupi kegagalan, melainkan yang berani mengakui keterbatasan dan mengambil keputusan besar demi menyelamatkan rakyat.

“Bukan aib mengaku tidak mampu. Aib itu kalau rakyat dibiarkan sengsara sementara pejabat sibuk berpose. Jika sudah mentok, serahkan kendali ke pusat. Yang penting: rakyat selamat, titik!”

Pernyataan pedas ini menjadi alarm keras bagi seluruh pemangku jabatan agar berhenti berfokus pada pencitraan dan bergerak melakukan langkah nyata di lapangan. Dalam situasi bencana ekstrem seperti ini, publik menuntut kerja, bukan kata-kata,tutupnya.

(Hasanuddingulo)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin