Tapanuli Tengah —Kabarnusa24.com) Kepedihan masih terlihat jelas di wajah para pengungsi yang memadati posko darurat di Desa Sukarasa dan Desa Mompang Boru, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah. Sejak bencana banjir dan tanah longsor menerjang wilayah itu, ratusan warga terpaksa meninggalkan rumah mereka yang rusak parah atau hilang terseret arus.
Di tengah suasana penuh duka itu, Bakhtiar Ahmad Sibarani, mantan Bupati Tapanuli Tengah, bersama jajaran Fraksi NasDem DPRD Tapteng, hadir menyapa dan memberikan penguatan moral kepada para pengungsi. Kehadiran rombongan disambut haru—sebagian warga bahkan langsung meneteskan air mata ketika Bakhtiar memasuki area tenda pengungsian.
Dalam kunjungan tersebut, Bakhtiar menyalurkan tali kasih berupa bantuan sebesar Rp1.000.000 kepada setiap keluarga yang rumahnya hancur total akibat bencana. Selain itu, seluruh pengungsi yang berada di posko turut menerima bantuan yang disediakan langsung oleh Bakhtiar dan rombongan.
Bantuan itu bukan sekadar bentuk kepedulian, tetapi juga diharapkan mampu membantu warga memenuhi kebutuhan mendesak yang hingga kini belum sepenuhnya terpenuhi.
“Kita harus ikhlas, sabar, dan tetap kuat. Semua ini adalah ujian dari Yang Maha Kuasa. Jangan pernah kehilangan harapan, karena kita semua akan berusaha bersama untuk membantu pemulihan,” tutur Bakhtiar dengan suara lirih, menyampaikan empati kepada para korban.
Warga yang menerima bantuan tampak sangat terharu. Sebagian warga mengaku bahwa kedatangan Bakhtiar menjadi penyemangat di tengah situasi yang masih sangat sulit.
“Kami sangat berterima kasih. Kehadiran beliau memberi kekuatan bagi kami yang sedang terpuruk. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami,” ungkap seorang pengungsi yang rumahnya hanyut terbawa banjir.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi posko pengungsian di Sukarasa dan Mompang Boru masih serba terbatas. Banyak warga harus tidur berdesakan di tenda darurat, dengan akses air bersih dan sanitasi yang belum memadai. Anak-anak dan lansia menjadi kelompok yang paling rentan menghadapi situasi tersebut.
Sejumlah warga mengaku belum menerima bantuan yang memadai dari pihak terkait, terutama dalam hal kebutuhan dasar seperti makanan siap saji, obat-obatan, selimut, dan alas tidur.
Kedatangan Bakhtiar dan rombongan pun memberikan harapan baru, sekaligus menegaskan bahwa kepedulian masyarakat terhadap sesama jauh lebih cepat bergerak dibandingkan banyak pihak yang seharusnya berperan dalam penanganan bencana.
Bencana yang melanda Sibabangun tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik, tetapi juga meninggalkan trauma mendalam bagi warga. Namun, di tengah keterpurukan itu, semangat gotong royong dan solidaritas terus menguat.
Langkah Bakhtiar Ahmad Sibarani beserta Fraksi NasDem DPRD Tapteng menjadi simbol bahwa kehadiran pemimpin di tengah rakyat sangat dibutuhkan—terutama ketika warganya sedang berada dalam masa paling sulit.
“Bencana ini tidak boleh mematahkan semangat kita. Kita harus terus saling membantu, saling menguatkan, dan bersatu untuk bangkit kembali,” tegas Bakhtiar.
Kunjungan tersebut menjadi bukti nyata bahwa kepedulian dan aksi cepat dari berbagai pihak sangat dibutuhkan dalam mempercepat pemulihan pasca bencana.
Warga berharap, perhatian serupa terus berdatangan, dan pemerintah daerah dapat bekerja lebih cepat dalam menangani kondisi darurat serta memulihkan kehidupan masyarakat terdampak,tutupnya.
(hasanuddingulo)







