SIBOLGA – Kabarnusa24.com)
Seorang warga masyarakat Nias berinisial KL menyampaikan himbauan kepada seluruh masyarakat Nias, baik yang berada di perantauan maupun di kampung halaman, agar lebih waspada dan bijak dalam memilih kapal penyeberangan pada rute Sibolga–Gunungsitoli maupun Gunungsitoli–Sibolga, Kamis (25/12/2025).
Himbauan tersebut disampaikan menyusul banyaknya keluhan dan pengalaman kurang menyenangkan yang dialami calon penumpang dalam beberapa waktu terakhir.
Keluhan itu terutama berkaitan dengan pelayanan pembelian tiket, minimnya toleransi terhadap keterlambatan penumpang, serta tidak adanya solusi pengalihan kapal bagi penumpang yang mengalami kendala perjalanan darat.
Menurut KL, tidak sedikit warga Nias yang datang dari daerah perantauan dengan menempuh perjalanan panjang dan melelahkan. Kondisi kemacetan di jalan sering kali menyebabkan mereka tiba di pelabuhan sedikit terlambat.
Namun, meskipun keterlambatan tersebut bukan karena unsur kesengajaan, sejumlah penumpang tetap dinyatakan gagal berangkat, meski telah mengantongi tiket resmi.
“Yang datang ini masyarakat kecil. Uangnya pas-pasan, capek di jalan. Tapi tidak ada kebijakan atau toleransi.Padahal tujuan kapalnya sama-sama ke Gunungsitoli,” ujar KL kepada wartawan.
KL juga menyoroti pihak PT Wira Jaya Logitama (PT WJL) yang dinilai kurang menunjukkan empati dan hati nurani dalam menyikapi kondisi penumpang.Ia menilai, seharusnya perusahaan pelayaran dapat memberikan solusi alternatif, seperti pengalihan ke kapal lain dengan rute yang sama, agar penumpang tidak menjadi korban.
Selain persoalan pelayanan kapal, KL turut mengungkap maraknya praktik calo tiket ilegal di sekitar Pelabuhan Sibolga. Para calo tersebut diduga memanfaatkan kondisi calon penumpang yang terdesak waktu dan minim informasi. Akibatnya, tidak sedikit warga Nias yang menjadi korban penipuan.
“Banyak yang uangnya habis karena ditipu calo. Akhirnya tidak bisa berangkat, tidak punya uang untuk makan atau menginap, dan terlantar di Sibolga,” tambahnya.
Atas dasar itu, KL menghimbau masyarakat Nias agar melakukan langkah-langkah antisipatif demi menghindari kejadian serupa, di antaranya:
Merencanakan perjalanan dengan waktu yang cukup serta memperhitungkan kemacetan dan hambatan di jalan.
Datang lebih awal ke pelabuhan sebelum jadwal keberangkatan.
Membeli tiket hanya melalui loket atau jalur resmi.
Menghindari calo tiket ilegal dalam bentuk apa pun.
Mempertimbangkan kapal alternatif dengan tujuan yang sama apab
ila tersedia.
KL menegaskan, himbauan ini bukan dimaksudkan untuk menjatuhkan pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk kepedulian sesama masyarakat Nias agar ke depan tidak ada lagi warga yang dirugikan dan ditelantarkan akibat sistem pelayanan yang dinilai belum berpihak kepada penumpang kecil.
Ia juga berharap KSOP, ASDP, otoritas pelabuhan, serta instansi terkait dapat segera melakukan evaluasi menyeluruh dan pengawasan ketat terhadap pelayanan penyeberangan laut Sibolga–Gunungsitoli, termasuk penertiban calo tiket ilegal, demi terciptanya pelayanan transportasi laut yang adil, manusiawi, dan berkeadilan sosial.
Sementara itu, saat awak media mencoba mengonfirmasi dugaan kelalaian tersebut kepada salah satu pengurus kapal melalui sambungan telepon WhatsApp yang diketahui bernama edi syahputra. hingga berita ini diturunkan yang bersangkutan belum memberikan keterangan dan panggilan tidak direspons,tutupnya.
(Hasanuddingulo)









