Berita

Rahmansyah Sibarani Prihatin Banjir–Longsor di Tapteng, Minta Kepala Daerah Hentikan Politik di Tengah Bencana

20
×

Rahmansyah Sibarani Prihatin Banjir–Longsor di Tapteng, Minta Kepala Daerah Hentikan Politik di Tengah Bencana

Sebarkan artikel ini
Rahmansyah Sibarani Prihatin Banjir–Longsor di Tapteng, Minta Kepala Daerah Hentikan Politik di Tengah Bencana

MEDAN | SUMATERA UTARA –Kabarnusa24.com) Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Sumatera Utara, Rahmansyah Sibarani, menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara, khususnya Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Ia menegaskan bahwa musibah yang telah berlangsung hampir dua bulan tersebut harus dihadapi dengan kesabaran, empati, dan semangat kebersamaan.

Pernyataan tersebut disampaikan Rahmansyah pada Jumat (2/1/2026), menyikapi kondisi pascabencana yang hingga kini masih menyisakan penderitaan bagi masyarakat terdampak. Menurutnya, setiap bencana yang tidak diinginkan semua pihak tentu memiliki hikmah, asalkan disikapi secara bijak dan bertanggung jawab.

Dalam kesempatan itu, Rahmansyah secara khusus meminta Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, untuk mengingatkan para kepala daerah di wilayah terdampak agar tidak membawa kepentingan politik dalam penanganan bencana banjir dan longsor.

Rahmansyah mengingatkan bahwa Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah menyerukan kepada seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama bertanggung jawab dan bergotong royong dalam menghadapi musibah banjir, serta meringankan beban saudara-saudara yang terdampak.

“Kita tahu betul Presiden Prabowo Subianto telah mengajak seluruh anak bangsa untuk bersama-sama menghadapi musibah banjir ini, dengan semangat kemanusiaan dan tanggung jawab bersama,” ujar Rahmansyah dalam keterangan tertulisnya.

Ia juga menyebutkan bahwa Presiden Prabowo telah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu korban bencana. Namun demikian, Rahmansyah mengaku terkejut dengan informasi yang diterimanya dari Kabupaten Tapanuli Tengah.

“Informasi yang kami terima, ada beberapa lurah dan kepala desa di Tapanuli Tengah yang justru dicopot hanya karena mengucapkan terima kasih kepada mantan Bupati Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani, yang telah membantu desa, kelurahan, dan masyarakat dalam penanganan bencana.Jika benar, ini sangat memprihatinkan,” tegasnya.
Menurut Rahmansyah, penanganan bencana adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa, bukan ruang untuk mempertajam kepentingan politik.

“Jangan ada lagi politik yang dimainkan di tengah penderitaan rakyat. Saya ingatkan kepada Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, karena kami juga Ketua Partai NasDem di Tapteng dengan kursi mayoritas di DPRD, agar tidak berpolitik dalam situasi bencana. Jika informasi tersebut benar, tentu sangat kami sesalkan,” ungkap Rahmansyah yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai NasDem Tapteng.

Lebih lanjut, Rahmansyah turut menyoroti minimnya kehadiran pimpinan daerah di lokasi terdampak bencana. Ia menyebut hingga kini Bupati Tapanuli Tengah maupun Camat Kecamatan Barus belum terlihat turun langsung menemui warga yang terdampak parah.

Beberapa wilayah yang disebutkannya antara lain Tambak, Kelurahan Pasar Batu Gerigis, serta Bopet, Desa Pasar Terandam, di mana sejumlah rumah warga dilaporkan hancur akibat bencana.

“Memang musibah ini tidak mudah ditangani dan tidak bisa diselesaikan seketika. Namun minimal datanglah melihat langsung kondisi masyarakat, berikan semangat dan empati. Kehadiran pemimpin sangat berarti bagi warga yang sedang tertimpa musibah,” tuturnya.

Rahmansyah berharap seluruh pihak, khususnya pemerintah daerah, dapat mengedepankan nilai kemanusiaan dan kebersamaan, serta fokus pada pemulihan kondisi masyarakat tanpa mencampuradukkan urusan politik dalam penanganan bencana,tutupnya.

(Hasanuddingulo)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin