TAPTENG –Kabarnusa24.com) Kegiatan normalisasi sungai di Kecamatan Tapian Nauli, tepatnya di Desa Mela I dan Desa Mela II, Kabupaten Tapanuli Tengah, terus berlanjut hingga hari ke-15 sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana dan pencegahan banjir susulan, Selasa (8/1/2026).
Normalisasi sungai tersebut dilakukan untuk menjawab keluhan masyarakat yang khawatir akan potensi banjir kembali, khususnya saat curah hujan tinggi yang masih kerap terjadi di wilayah tersebut.
Menurut Bakhtiar Ahmad Sibarani, kegiatan ini merupakan langkah nyata di lapangan untuk memperlancar aliran sungai sekaligus meminimalkan risiko luapan air ke permukiman warga.
‘“Normalisasi ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat. Saat hujan deras turun, wilayah ini sangat rawan terjadi banjir susulan,” ujar Bakhtiar.
Selain fokus pada pemulihan fisik, Bakhtiar juga mengajak seluruh putra-putri daerah Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga, di mana pun berada, agar turut berperan aktif dalam pembangunan daerah.
Ia menegaskan bahwa situasi pascabencana seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kekompakan, bukan saling menyalahkan.
‘“Jangan saling menyalahkan satu sama lain. Mari tetap kompak, bersatu, dan bersama-sama membangun Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga,” tegasnya.
Bakhtiar mengakui bahwa apa yang dilakukan saat ini mungkin belum sepenuhnya menjawab seluruh kebutuhan masyarakat. Namun ia berharap kebersamaan dan kepedulian menjadi kunci percepatan pemulihan daerah.
‘“Semoga Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga segera pulih, masyarakat senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, serta selalu berada dalam lindungan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa,” pungkasnya.
(Hasanuddingulo)







