NUSANTARA,- Menteri Agama Nasaruddin Umar membuka kajian subuh perdana di Masjid Negara, Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan Basmalah. Menag dalam kesempatan itu juga mengupas makna spiritual di balik kalimat Bismillahirrahmanirrahim.
Menag menegaskan bahwa setiap langkah besar, termasuk pembangunan dan kehidupan di Ibu Kota baru, harus diawali dengan landasan spiritual yang kokoh. Ia menjelaskan bahwa Basmalah bukanlah sekadar ucapan pembuka, melainkan ungkapan sakral yang menyatukan hamba dengan Sang Pencipta. Ia merujuk pada sejarah penciptaan manusia pertama.
“Saat Nabi Adam AS pertama kali terbangun dan ruh ditiupkan ke dalam jasadnya, kalimat pertama yang terucap dari lisannya adalah Bismillah. Begitu pula Nabi Nuh AS, saat menggerakkan bahtera besarnya menembus air bah, ia memulainya dengan asma Allah,” terang Menag saat mengisi kajian subuh perdana di Masjid Negara, Ibu Kota Nusantara (IKN), Minggu (11/01/2026).
BACA JUGA: *Tandatangani Lukisan untuk Sampul Buku Cerita Tanah Ulayat Hari Ini, Menteri AHY: Terus Perjuangkan Hak dan Kesejahteraan Masyarakat Adat* Bandung - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menandatangani lukisan yang merupakan cover atau Sampul dari Buku “Cerita Tanah Ulayat Hari Ini” pada Rabu (04/09/2024) di The Trans Luxury Hotel, Bandung. Di atas lukisan tersebut, Menteri AHY menorehkan pesan yang berbunyi, “Terus perjuangkan hak dan kesejahteraan masyarakat adat di mana pun berada”. Ungkapan itu adalah bentuk dukungan dan komitmennya dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan Masyarakat Hukum Adat. Bentuk dukungan dan komitmennya dibuktikan melalui penerbitan dua buku mengenai Masyarakat Hukum Adat, yakni buku berjudul “Cerita Tanah Ulayat Hari Ini” dan Buku Saku Pendaftaran Tanah Ulayat. Kedua buku diluncurkan dalam rangkaian International Meeting on Best Practices of Ulayat Land Registration in Indonesia and ASEAN Countries yang berlangsung dari tanggal 4-7 September 2024. Lukisan yang menggambarkan sebuah rumah adat, hutan, dan perbukitan tersebut dilukis oleh seorang seniman yang saat ini berkarya di Kota Cirebon, Saefudin. Pria ini menyebut lukisan yang ia buat merupakan bentuk apresiasi kepada Kementerian ATR/BPN karena telah berupaya menyertipikasi tanah-tanah adat yang telah memberi kehidupan bagi Masyarakat Hukum Adat di Indonesia. Buku “Cerita Tanah Ulayat Hari Ini” berisi tentang identifikasi dan inventarisasi tanah ulayat yang tersebar di seluruh Indonesia. Buku tersebut memudahkan pembaca untuk memahami sebaran Masyarakat Hukum Adat. Buku ini disusun oleh tim penulis yang terdiri dari Prof. Dr. Kurnia Warman; M. Adli Abdullah; Iskandar Syah; Setyo Anggraini; Adi Putra Fauzi; dan Beni Kurnia Illahi. Sebagai informasi, Konferensi Internasional pertama di Indonesia yang membahas mengenai Pendaftaran Hak atas Tanah Ulayat ini dihadiri ratusan peserta yang berasal dari berbagai negara. Di antaranya perwakilan World Bank, World Resources Institute, perwakilan Lembaga Pertanahan Luar Negeri se-Asia Tenggara: perwakilan National Committee of Indigenous People (NCIP) Filipina, perwakilan Department of Agriculture Land Management (DALAM) Ministry of Agriculture and Forestry of Laos, perwakilan Office of the National Land Policy Board Thailand, perwakilan Department of Land Thailand; perwakilan Masyarakat Hukum Adat dari 9 provinsi di Indonesia; peserta dari Kementerian ATR/BPN; perwakilan dari Kementerian-kementerian terkait; para akademisi, organisasi mahasiswa, dan perwakilan beberapa universitas yang aktif dalam meneliti dan memperjuangkan masyarakat hukum adat di Indonesia. (GE/PHAL) #AHYMenteriATR #KementerianATRBPN #MelayaniProfesionalTerpercaya #MajuDanModern #MenujuPelayananKelasDunia #SetiapKitaAdalahHumas #SetiapKitaAdalahAmbassador Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional X: x.com/kem_atrbpn Instagram: instagram.com/kementerian.atrbpn/ Fanpage facebook: facebook.com/kementerianATRBPN Youtube: youtube.com/KementerianATRBPN TikTok: tiktok.com/@kementerian.atrbpn Situs: atrbpn.go.id PPID: ppid.atrbpn.go.id
Lebih jauh, Menag mengingatkan jemaah agar senantiasa menghadirkan Allah dalam setiap aktivitas sekecil apa pun. Ia mencontohkan adab saat makan yang seringkali terlupakan karena terburu-buru.
“Penting untuk diingat, saat kita mau makan misalnya, jangan karena sudah lapar lalu langsung makan begitu saja. Ucapkan Bismillah terlebih dahulu. Dengan begitu, makanan yang masuk ke tubuh tidak hanya mengenyangkan, tapi menjadi berkah dan energi positif bagi fisik maupun batin kita,” tegasnya.

Menag berharap, seiring dengan rampungnya pembangunan Masjid Negara, kegiatan pengajian dan kajian keagamaan dapat dilaksanakan secara rutin. Baginya, IKN tidak hanya harus maju secara infrastruktur, tetapi juga harus kuat secara spiritual.
“Kita mulai pengajian perdana di masjid agung ini dengan Bismillah. Kita berharap kehadiran IKN membawa rahmat dan keberkahan dari Allah SWT. Kegiatan keagamaan yang rutin akan membawa kedamaian dan kesejukan bagi siapa saja yang menempati tanah ini,” tambahnya.
“Jika pembangunan fisik dibarengi dengan rutinitas kegiatan keagamaan, saya yakin IKN akan menjadi tempat yang penuh kedamaian dan kesejukan bagi kita semua,” pungkasnya.
Turut hadir Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, Staf Ahli Menag Bidang Manajemen Komunikasi dan Informasi Adiyarto Sumardjono, Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Samarinda Moses Komela Avan, Kakanwil Kemenag Kaltim Abdul Khaliq, Kepala Kankemenag Balikpapan Masrivani, serta jajaran pejabat Kemenag dan OIKN, serta jemaah dari masyarakat umum.
(Red)
Post Views: 12