Berita

Kantor Camat Barus Tanpa Kehadiran ASN Saat Jam Kerja, Pelayanan Publik Lumpuh

15
×

Kantor Camat Barus Tanpa Kehadiran ASN Saat Jam Kerja, Pelayanan Publik Lumpuh

Sebarkan artikel ini
Kantor Camat Barus Tanpa Kehadiran ASN Saat Jam Kerja, Pelayanan Publik Lumpuh

Barus, Tapteng –Kabarnusa24.com) Dugaan lemahnya pelayanan publik kembali mencuat di Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara. Pantauan beberapa media sejak pukul 13.00 WIB mendapati Kantor Camat Barus dalam kondisi terbuka saat jam kerja resmi yang masih berlangsung hingga pukul 14.30 WIB, namun tidak satu pun aparatur sipil negara (ASN) berada di tempat. Aktivitas di kantor pemerintahan tersebut hanya diisi oleh siswa SMK Negeri 1 Barus yang sedang menjalani program magang.

Pantauan beberapa media pada Selasa, 13 Januari 2026, sejak pukul 13.00 WIB hingga mendekati pukul 14.30 WIB, menunjukkan tidak adanya pelayanan administrasi yang dijalankan oleh aparatur berwenang. Meski kantor terbuka dan jam kerja belum berakhir, tidak tampak camat, sekretaris camat, maupun staf ASN lainnya yang seharusnya memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Kantor Camat Barus Tanpa Kehadiran ASN Saat Jam Kerja, Pelayanan Publik LumpuhFakta di lapangan diperkuat pengakuan seorang siswa magang asal SMK Negeri 1 Barus berinisial L.S. Ia menyebut hampir seluruh ASN Kecamatan Barus tidak masuk kantor selama sekitar satu minggu terakhir.“Sudah hampir satu minggu ini tidak ada ASN yang masuk. Kami anak magang saja yang ada di kantor,” ujar L.S.

Pengakuan tersebut menegaskan bahwa ketiadaan aparatur bukan terjadi sesaat, melainkan berlangsung berhari-hari dalam jam kerja resmi pemerintahan. Kondisi ini berdampak langsung pada terhentinya pelayanan administrasi masyarakat.

Siswa magang tersebut juga menyebut kehadiran Camat Barus, Sanggam Panggabean, sangat jarang terlihat. Menurutnya, camat hanya masuk kantor sekitar satu kali dalam sepekan, sementara pada hari lainnya kantor berjalan tanpa kehadiran pimpinan.

Sejumlah warga mengaku kecewa dan menilai negara seolah tidak hadir di tingkat kecamatan. Pelayanan yang seharusnya mudah diakses justru tidak dapat diperoleh akibat tidak adanya ASN di tempat saat jam kerja aktif.

Saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp, Camat Barus membantah tudingan tersebut. Ia menyatakan ASN Kecamatan Barus tengah fokus merealisasikan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah terkait penanganan bencana. Camat juga menepis keterangan siswa magang dengan alasan para siswa tidak mengetahui aktivitas kerja aparatur.

Lebih lanjut, Camat Barus mengklaim penanganan bencana di Kecamatan Barus telah mencapai 90 persen dan menyebut jajarannya bekerja maksimal di lapangan.

Namun, pernyataan tersebut dibantah warga. Mawarni Simatupang, salah seorang warga Barus, menilai klaim camat tidak sejalan dengan kondisi riil.

“Pantauan media sejak pukul 13.00 WIB sampai jam kerja hampir selesai, tapi tidak ada ASN di kantor. Ini fakta di lapangan,” tegas Mawarni.
Berdasarkan pantauan beberapa media serta keterangan warga, kondisi di Kantor Camat Barus dinilai bertolak belakang dengan pernyataan camat. Kantor memang terbuka, namun ketiadaan ASN saat jam kerja aktif mencerminkan lemahnya disiplin aparatur dan buruknya pengawasan.

Masyarakat Barus kini meminta perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah hingga pemerintah pusat. Warga berharap Presiden Prabowo Subianto tidak hanya menerima laporan administratif, tetapi juga melihat langsung kondisi pelayanan publik di daerah.

“Negara harus hadir, bukan hanya di atas kertas. Realita di lapangan sangat berbeda,” pungkas warga,tutupnya.

(Hasanuddingulo)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin