BeritaDaerah

Yayasan Amanah Cinta Indonesia Lounching SPPG 007 Sukaharja dan Rapat Koordinasi MBG

72
×

Yayasan Amanah Cinta Indonesia Lounching SPPG 007 Sukaharja dan Rapat Koordinasi MBG

Sebarkan artikel ini
Yayasan Amanah Cinta Indonesia Lounching SPPG 007 Sukaharja dan Rapat Koordinasi MBG

TANGGERANG,– Yayasan Amanah Cinta Indonesia (ACI) Menggelar Peresmian dapur SPPG 007 sekaligus gelar rapat koordinasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) berlokasi di Kp. Teureup, Rt. 07 Rw. 02, Desa Sukaharja, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tanggerang pada Minggu (22/2/2026).

‎Mengawali sambutannya Ketua Yayasan ACI, H. Ahmad Badri menyampaikan rasa syukur atas didirikannya dapur SPPG 007 untuk memenuhi layanan MBG di wilayah kecamatan Sindang Jaya.

‎”Ahamdulillah di bulan yang penuh berkah ini, disiang hari ini kita bisa sama- sama hadir untuk menyaksikan selamatan kecil-kecilan, ini biasa di kita kalau mau mulai beroperasi suatu kegiatan ada selametan kalau istilah sekarang namanya launching atau opening, kita berharap acara yang hari ini kita laksanakan ini sebagai langkah awal yang tentu mengharapkan ridha dan barokah dari Allah swt. SPPG Sukaharja Sindang Jaya 007 ini insyaa Allah akan dimulai beroperasi Senin, 23 Februari 2026.” Tutur Ketua Yayasan Amanah Cinta Indonesia, H. Ahmad Badri yang juga sebagai anggota DPD RI.

‎Ia menekankan pentingnya kesiapan bagi para relawan dapur SPPG 007 agar dalam melaksanakan tugas dapat sesuai dengan standar yang diatur oleh Badan Gizi Nasional (BGN)

“Jadi hari ini kita bersiap-siap nanti para relawan ini yang urusan masak memasak ini udah biasa tentunya apalagi ibu-ibu, urusan ngisikan urusan masak, urusan nyemur itu udah biasa tetapi sekali lagi ini program yang kita namakan atau disebut dengan program makan bergizi geratis, ini bukan kenyang bukan makan seubeuh yah, bukan makan enak, bukan makan ngeunah, tapi makan bergizi, maka sebutannya makan bergizi ini ada aturannya,” Ungkapnya

‎Menurutnya program MBG yang diwujudkan Presiden Prabowo Subianto jika dipahami secara komperenship merupakan program yang bukan hanya strategis tapi jadi program dengan super kualitas.

‎”Jadi sekali lagi ini saya perlu menyampaikan beberapa hal karena masih banyak diantara kita yang belum memahami secara komperenship program MBG ini kita tahu bahwa program MBG ini program super kualitas bukan saja program strategis tapi ini super strategis, kenapa saya mengatakan demikian, karena ini adalah bukan sekedar program yang di janjikan saat kampanye oleh bapak prabowo subianto yang kemudian menjadi presiden kita tapi ini program adalah mimpinya pak prabowo dari dulu,” Terang H. Ahmad Badri

Yayasan Amanah Cinta Indonesia Lounching SPPG 007 Sukaharja dan Rapat Koordinasi MBG

H. ‎Ahmad Badri juga menceritakan bahwa dirinya mengenal sepak terjang seorang Prabowo semenjak beliou jadi tentara hingga jadi Presiden sudah berkeinginan menciptakan keinginan yang selalu di ungkapkan Prabowo.

“Saya tahu betul prabowo itu dulu sebelum jadi presiden, beliou selalu mengatakan bahwa indonesia itu negara yang subur makmur gemahripah lohjinawai artinya tongkat ajah jadi tanaman tapi kenapa rakyat indonesia ini masih ada yang malarat, masih ada yang gizi buruk, masih ada yang stunting. Itu dari dulu pak prabowo selalu ngomongin begitu makannya dia sampai bikin buku paradoks indonesia.

Jadi dari dulu itu prabowo merasa aneh karena negara yang agraris tapi rakyatnya kelaparan gizi buruk stanting, lautannya sangat luas tapi garamnya di impor, beras impor, gandum imfor dan sebagainya impor. Maka setiap kali nyalon presiden selalu mengungkapkan ini, beliou bercita-cita kalau terpilih jadi presiden, pertama akan menjamin tidak boleh ada rakyat indonesia yang kelaparan, maka dibuatkan lah MBG ini. Yang dulu nyebutnya makan siang gratis,”  Terangnya

Disaat banyaknya pandangan negatip dari kalangan masyarakat mengenai pelayanan program MBG dirinya terus berupaya melakukan edukasi.

“Saya kembali menyampaikan karena saya diminta oleh BGN katanya tolong disosialisasikan karena masih banyak orang yang presepsinya negatif, walaupun berdasarkan surpai tingkat kepuasan rakyat soal program-program Presiden ini telah melebihi 80 persen, jadi program pak Prabowo ini gak omon-omon.” pungkasnya

Yayasan Amanah Cinta Indonesia Lounching SPPG 007 Sukaharja dan Rapat Koordinasi MBG

Ia mengungkapkan adanya validasi data penerima manfaat MBG yang diterima BGN masih belum tervalidasi dari satuan pendidikan kemenag

‎”Bahkan hasil raport tertinggi kemungkinan penerima MBG ini naik lagi diangka 120 juta karena data yang diterima BGN ini masih belum Valid, masih data-data dari satuan pendidikan kemenag ini masih belum terdata semuanya. Kalau di kemendikdasmen mungkin dapodik itu sudah lumayan bagus tapi data dibawah kemenag dari madarasah raudatul ahpal, pondok pesantren, bahkan pondok pesantren juga ini insyaa allah kalau ada dari pihak desa minta didata ya pesantren-pesantren salafi, jadi yang boleh dapat MBG ini santri dari pesantren yang sudah berizin maupun belum berizin operasional itu berdasarkan program MBG Boleh dapet. Jadi kalau ada yang putus sekolah yang enggak sekolah ya pesantren ya artinya itu usianya yang 18 tahun kebawah boleh dapet MBG, maka nya data ini melibatkan kemendagri, biro pusat data statistik, kemendikdasmen, kemenag dan lain sebagainya karena data ini masih banyak yang perlu di validasi diakuratkan lebih akurat lagi.” Jelasnya

‎”Makanya semuanya dari TNI, POLRI dan Pemerintahan semua wajib mendukung dan mensukseskan program ini, kalau ada aparat pemerintahan yang tidak mendukung program ini gampang saja untuk kita laporkan karena presiden tidak mau tahu karena programnya musti sukses.” Tegasnya

‎H. Ahmad Badri mengungkapkan kembali bahwa dirinya bersama Dandim, Kapolres dan Bupati sudah satu suara untuk kompak bersama bagaimana MBG ini bisa lancar diperlukan adanya meeting bersama. Kerena manfaat MBG untuk dapat memenuhi kebutuhan gizi masyarakat mulai dari siswa sekolah, santri, siswa sekolah-sekolah khusus dari santri pesantren baik yang sudah berizin, maupun belum berizin, kemudian masyarakat yang umurnya 18 tahun kebawah, ibu hamil, ibu menyusui dan balita.

‎Terkait Isu-isu yang di goreng untuk mengagalkan program MBG dikatakan Ahmad Badri hal itu datang dari mafia-mafia pangan karena mereka yang paling takut dengan program-program MBG. Menurutnya Program MBG selain bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan gizi,  juga menciptakan lapangan pekerjaan, Kemudian dilihat dari sektor ekonomi bagi para petani, para pengrajin makanan, produk lokal masyarakat bisa meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar.

Diketahui diacara tersebut di hadiri Camat Sindang Jaya, Perwakilan Dandim, Kanit Linmas Polsek Sindang Jaya, BPD Sukaharja, Sejumlah Satuan Pendidikan, Tokoh Agama dan Relawan-relawan SPPG 007 Sukaharja berjalan dengan lancar, aman dan kondusif hingga akhir acara selesai ditutup dengan Doa oleh H. Sutriacol Haris.

(Red)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin