Daerah

KH Nonop Hanafi Serukan Gerakan #EnteringAlAqsa di Tengah Konflik Global

11
×

KH Nonop Hanafi Serukan Gerakan #EnteringAlAqsa di Tengah Konflik Global

Sebarkan artikel ini
KH Nonop Hanafi Serukan Gerakan #EnteringAlAqsa di Tengah Konflik Global
Oplus_131072

CIAMIS – Tokoh agama terkemuka sekaligus ketua bidang dakwah MUI Jabar, KH Nonop Hanafi, mengajak seluruh rakyat Indonesia dan umat Muslim dunia untuk menyuarakan pembelaan terhadap Masjidil Aqsa. Seruan ini muncul menyusul penutupan akses ke Masjidil Aqsa oleh pihak keamanan Israel yang telah berlangsung selama 28 hari.

Dalam pernyataannya, KH Nonop menyoroti situasi sulit yang dialami umat Muslim di Yerusalem, Palestina. Ia menyebutkan bahwa selama hampir sebulan, kaum muslimin dilarang melakukan aktivitas ibadah di Masjidil Aqsa, termasuk salat berjamaah lima waktu hingga pelaksanaan salat Idulfitri.

“Masjidil Aqsa adalah kiblat pertama umat Islam selama 16 bulan di masa Rasulullah SAW dan para sahabat,” ujar KH Nonop. Beliau juga mengingatkan bahwa lokasi tersebut merupakan tempat terjadinya peristiwa agung Isra Mi’raj sebagaimana termaktub dalam Surah Al-Isra ayat 1.

Desakan kepada Pemimpin Dunia

Di tengah memanasnya situasi geopolitik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat, KH Nonop mendesak para pemimpin negara Muslim, khususnya di kawasan Timur Tengah, untuk mengambil tindakan nyata.

Beliau meminta pemerintah negara-negara seperti Arab Saudi, Oman, Uni Emirat Arab, Turki, hingga Mesir untuk menggunakan jalur diplomatik guna menekan pihak Israel agar segera membuka kembali akses Masjidil Aqsa.

Sebagai bentuk dukungan moral dan tekanan publik, KH Nonop Hanafi mengajak masyarakat Indonesia untuk menggaungkan tagar #EnteringAlAqsa di media sosial. Gerakan ini diharapkan menjadi simbol kebangkitan umat Islam dari “tidur panjangnya” untuk peduli terhadap nasib masjid suci ketiga bagi kaum muslimin tersebut.

“Umat Islam harus menunjukkan kebangkitannya dan ikut andil dalam menyelesaikan problematika ini,” pungkasnya dalam narasi yang beredar.

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin