Nasional

Inilah Permohonan Maaf MPR Atas Kelalaian Juri Cerdas Cermat di Kalimantan Barat

6
×

Inilah Permohonan Maaf MPR Atas Kelalaian Juri Cerdas Cermat di Kalimantan Barat

Sebarkan artikel ini
Inilah Permohonan Maaf MPR Atas Kelalaian Juri Cerdas Cermat di Kalimantan Barat

Foto : Biro Humas MPR

JAKARTA, KABARNUSA24.COM ||
Dihebohkan acara Pelaksanaan Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan disebabkan Juri dinilai melakukan blunder dengan mengumumkan pemenang yang tidak sesuai dengan hasil penilaian yang sebenarnya.

Diawal acara Acara dengan lancar dan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang Empat Pilar MPR RI. Namun, saat pengumuman pemenang, terjadi kesalahan yang menyebabkan kehebohan di antara peserta dan penonton.

Kemudian hari setelah insiden, MPR melakukan investigasi internal untuk mengetahui penyebab pasti kesalahan juri. Hasil investigasi menunjukkan bahwa kesalahan tersebut disebabkan oleh kombinasi faktor human error dan kekurangan prosedur pengawasan yang memadai.

Menanggapi insiden tersebut, Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian teknis dan penilaian yang mencederai sportivitas perlombaan.

“Kami mohon maaf atas kelalaian dewan juri. Saya melihat LCC ini perlu dievaluasi menyeluruh agar lebih profesional. Jangan ada lagi kejadian seperti ini,” ujar Akbar Supratman kepada media, Senin (11/05/26).

Lebih lanjut, Akbar menyoroti beberapa kelemahan yang harus segera diperbaiki, mulai dari kualitas sistem tata suara yang mungkin mengganggu pendengaran juri hingga mekanisme banding yang seharusnya dilakukan secara transparan di atas panggung.

Disisi lainnya dikatakan Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah menjelaskan bahwa saat ini panitia pelaksana sedang melakukan penelusuran internal terkait mekanisme penilaian dan artikulasi jawaban peserta dalam sesi yang dipersoalkan publik.

“MPR RI memahami bahwa kegiatan pendidikan dan pembinaan generasi muda, termasuk LCC Empat Pilar, harus menjunjung tinggi nilai sportivitas, objektivitas, keadilan, serta semangat pembelajaran yang konstruktif,” kata Siti dalam keterangannya, Senin (11/05/26).

Siti menambahkan bahwa masukan dari masyarakat sangat penting untuk menjaga kualitas kegiatan edukasi kebangsaan ini agar tetap transparan dan akuntabel di masa depan.

“Terkait ramainya pemberitaan di media sosial tentang LCC Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat mengenai penilaian jawaban peserta pada salah satu sesi lomba, panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI saat ini tengah melakukan penelusuran internal,” ujarnya.(Rizky Tile)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin